Topic
Home / Berita / Daerah / Menurut Ketua PBNU ini, Memilih Ahok Lebih Beresiko dari pada Anies

Menurut Ketua PBNU ini, Memilih Ahok Lebih Beresiko dari pada Anies

Hingga saat ini PKB belum menentukan arah dukungan pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. (netralnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hanief Saha Ghafur menegaskan, PKB sebagai anak kandung NU harus terlibat dalam Pilkada DKI putaran kedua. Namun, keberpihakan PKB selayaknya mempertimbangkan risiko paling menimalis.

“Saya kok melihat, risiko untuk memilih pasangan nomor dua yaitu Ahok-Djarot jauh lebih besar ketimbang memilih pasangan nomor urut tiga, Anies-Sandi,” katanya ketika menjadi pembicara dalam diskusi bertema “Ahok atau Anies?” yang digagas Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa yang merupakan badan otonom dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagaimana dilansir republika.co.id

Menurut Hanief, PKB harus cerdas mengkritisi apa yang dilakukan oleh Ahok selama ini, baik dari sisi kebijakan, perilaku maupun prestasinya. Begitu juga dalam melihat pasangan nomor tiga. Hanya saja, kata dia, kelemahan Ahok jauh lebih besar dibanding sosok Anies.

Masih menurut Hanief, jika dilihat dari sisi kinerja baik serapan anggaran APBD maupun dari banjir, ternyata serapan anggaran pemerintahan Ahok hanya 60 persen. Artinya banyak program yang tak jalan.

“Ini masalah besar. Kemana saja kinerja Ahok? Jadi memilih Anies lebih tepat dibanding ke Ahok. Dari sisi perilaku, warga Nahdliyin tentu sudah paham bagaimana perilaku Ahok selama ini. Makanya, secara partai PKB harus bersikap dan mencari risiko atau mudharat yang mana yang lebih kecil,” ucapnya.

Diskusi ini digelar dengan harapan dapat membantu kalangan PKB dalam menentukan pilihan pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

“Kita sengaja menggelar diskusi dengan tema ‘Ahok atau Anies?’ untuk memberi masukan bagi PKB dalam menentukan pilihan,” kata Ketua Umum Garda Bangsa Cucun A Syamsurijal di kantor DKN Garda Bangsa di Jakarta.

Sekretaris Fraksi PKB DPR RI itu berharap masukan tersebut dapat diterima berbagai kalangan PKB, baik itu kader, simpatisan maupun konstituen. “Tentunya, PKB tetap harus mendahulukan aspek ‘darul mafasid muqaddamun ala al jalbil masholih’. Artinya, mendengarkan masukan dari semua kalangan,” kata Cucun.

Seperti diketahui, hingga saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih belum memutuskan arah dukungan pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menurut Ketua DPP PKB Lukman Edy, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kenapa PKB hingga saat ini belum menentukan arah dukungan.

Pertama, kesolidan Koalisi Cikeas dalam mendukung pasangan Agus-Sylvi kemarin. “Pertimbangan kekompakam koalisi ketika mengusung agus Yudhoyono juga jadi pertimbangan,” kata Lukman seperti dilansir okezone.com, Jumat (17/2/2017).

Kedua, PKB merupakan partai pendukung pemerintah sementara pasangan Ahok-Djarot didukung oleh partai pendukung pemerintah.

Ketiga, PKB akan mendengarkan masukan dari kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Nahdliyin dalam menentukan dukungan di putaran kedua nanti. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ki Enthus Siap Tampil Cuma-Cuma di Pelantikan Anies-Sandi

Figure
Organization