Home / Berita / Nasional / Sujiwo Tedjo: Kalau Sudah Watak Susah Obatnya, Ahok Wassalam

Sujiwo Tedjo: Kalau Sudah Watak Susah Obatnya, Ahok Wassalam

Seniman Sujiwo Tejo. (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Seniman Sujiwo Tejo angkat bicara seputar perilaku terdakwa kasus penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Sujiwo, sikap arogan yang kerap dipertontonkan Ahok menunjukkan watak yang sulit berubah.

“Watuk (batuk) ada obatnya, watak susah obatnya. Sudah minta maaf, ngulangi lagi. Akan looping terus. Ya sudah maafkan saja, tapi “wassalam”. Ujar Sujiwo, dikutip dari republika.co.id

Dia pun menjelaskan, kenapa arogan itu tidak baik. Arogan tidak sama dengan urakan. Jika arogan adalah melanggar etika karena mentang-mentang, urakan adalah melanggar karena sebuah etika sudah tidak cocok dengan nurani.

Terkait dengan Pilkada, Sujiwo mengatakan, sejatinya tinggal dua pasangan calon di Pilgub DKI Jakarta. Sebab, dia menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah tidak layak menjadi calon gubernur.

“Bila salah satu sudah patut diduga arogan, maka sejatinya dalam Pilkada DKI ini kalian tinggal punya dua pasangan calon,” kata Sujiwo.

Pendapat yang dikemukakan Tejo tidak lepas dari perangai yang diperlihatkan Ahok saat Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin menjadi saksi pada sidang lanjutan  kasus penistaan Agama, Selasa (31/1/2017).

Ahok sendiri sudah meminta maaf melalui pernyataan tertulis dengan judul ‘Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU’ yang ditandatangani oleh Ahok pada Rabu (1/2/2017).

(baca: Setelah Mengancam Pidanakan KH Ma’ruf Amin, Ahok Akhirnya Minta Maaf)

“Saya meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti”

Demikian isi salah satu poin dalam surat klarifikasi dan permohonan maaf tersebut. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Hari Keempat Ramadhan, Puluhan Pemukim Yahudi Kembali Nista Masjidil Aqsha