Topic
Home / Berita / Nasional / Jadi Saksi Sidang Ahok, Ketua MUI: Sikap Keagamaan MUI Lebih Tinggi dari Fatwa

Jadi Saksi Sidang Ahok, Ketua MUI: Sikap Keagamaan MUI Lebih Tinggi dari Fatwa

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin. (teropongsenayan.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menjadi saksi pertama yang diperiksa dalam sidang kedelapan perkara dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Menjawab pertanyaan Majelis Hakim terkait dikeluarkannya fatwa MUI yang menyatakan Ahok melakukan penodaan Alquran dan Ulama, Kyai Ma’ruf menyatakan bahwa pendapat dan sikap keagamaan MUI ini lebih tinggi dari Fatwa  dikarenakan melibatkan empat komisi dalam pembahasan.

“Lebih tinggi ini. Karena dibahas bukan hanya komisi fatwa, tapi empat komisi. Dibahas pengurus harian kemudian produknya menjadi pendapat dan sikap MUI,” kata dia, dikutip dari republika.co.id

Tim tersebut terdiri dari empat komisi, komisi fatwa, pengkajian, perundang-undangan, dan informasi komunikasi.

“Yang bahas ketum (ketua umum), sekretaris-sekretaris. Sekitar 20 orang yang membahas. (Mulai) Melakukan penelitian, investigasi di lapangan, pembahasan dan menyimpulkan,” kata Kiai Ma’ruf.

Setelah itu, MUI melakukan pembahasan mulai dari 1 sampai 11 Oktober 2016. Setelah 11 hari membahas, pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 ini dianggap telah melakukan penodaan agama saat mengutip surah al-Maidah ayat 51.

“Bahwa ucapannya itu mengandung penghinaan terhadap Alquran dan ulama. Produknya keputusan pendapat dan sikap keagaaman MUI,” kata dia

Sebagaimana dilansir detikcom, ada empat saksi yang akan dihadirkan, yaitu Ma’ruf Amin, Zainuddin, Sahfudin alias Beni, dan Dahlia. Nama pertama merupakan Ketua MUI, lalu dua orang berikutnya adalah nelayan Kepulauan Seribu, dan nama terakhir adalah anggota KPUD DKI Jakarta.

Dua saksi lainnya, yaitu Jaenudin alias Panel bin Adim dan Sahfudin, adalah nelayan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Keduanya hadir ketika Ahok berpidato dan mengutip Surat Al-Maidah ayat 51. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization