Home / Narasi Islam / Dakwah / Dakwah Dalam Rihlah

Dakwah Dalam Rihlah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.comBismillahirrahmaanirrahim. Setiap kita pasti pernah melakukan rihlah, atau dalam bahasa indonesia yang berarti jalan jalan. Rihlah adalah Hajatun basyariyah yang berarti merupakan kebutuhan/ hajat manusia seringkali kita salah mengartikan rihlah , kita sering mengartikannya dengan jalan jalan dengan tujuan hanya melihat lihat keindahan alam dan mengabadikannya dalam kamera pribadi kita . Namun Apakah hal itu merupakan hakikat sebenarnya rihlah? Dalam islam arti dari rihlah adalah pergi berjalan jalan diatas muka bumi Allah untuk mentafakkuri penciptaan alam dan meyeru kebaikan di setiap tempat yang di kunjungi. Nah itu dia ikhwah hakikat sebenarnya. Pernah tidak, ikhwah sekalian berfikiran untuk berdakwah dalam rihlah?

Kalau dalam benak kita tidak pernah berfikiran demikian atau setidaknya merasa risih ketika tempat yang kita kunjungi terdapat kemaksiatan? , maka sungguh kita malu kepada burung Hud-Hud. Dalam Al-Quran surah An-Naml:20-23, dalam ayat itu menceritakan betapa risihnya betapa tidak nyamannya hati se-ekor burung Hud-Hud ketika melakukan perjalanan ke negeri-negeri yang jauh , namun ketika melewati negeri saba ,melihat negeri itu penuh kemaksiatan dan menyekutukan allah. Namun burung Hud-Hud tidak hanya mendiamkan saja dan tidak membiarkan hal itu. Burung Hud-Hud langsung melaporkan-nya kepada Nabi Sulaiman As. Yang berakhir dengan keislaman para penduduk negerinya. Sudahkah kita melakukan hal demikian? Apakah kita tidak merasakan hal yang sama dengan Burung Hud-hud, ketika kita melihat suatu tempat yang kita kunjungi penuh dengan kemaksiatan.?

Sugguh kita patut merasa hina jika tidak ada sedikitpun hal tersebut terlintas di benak kita.

Marilah ikhwah sekalian, kita mulai menyisipkan pesan pesan dakwah di setiap perjalanan kita. Disetiap bumi yang kita pijaki. Sampaikanlah Ayat-Ayat Allah walapun satu ayat. Tebarkanlah semangat dakwah . Sebarkan islam kepada seleuruh penjuru negeri.

Marilah kita Azzamkan dalam diri kita untuk selalu menyampaikan Ayat-Ayat Allah dimanapun dan kapan-pun kita berada. Terakhir saya ingin meyampaikan sebuah slogan semangat dakwah “ Rihlah-ku ,Dakwah-ku “ Wassalam. (dakwatuna.com/hdn)

 

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Avicen Sekrez
Penulis lepas dan seorang Qori murattal sekaligus Imam Masjid Besar Ath-thoyyibah. Memulai kegiatan menulis sejak berkuliah di kampus STEI SEBI. Lahir di Bekasi, Oktober 1999, lulus SMA tahun 2016 dari Pondok Pesantren Mimbar Huffazh. Penulis merupakan seorang Hafizh Quran 30 juz yang menyelesaikan Hafalannya pada tahun 2015 pada umur 15 tahun di salah satu Pesantren Turki yang bernama UICCI Sulaimaniyyah di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Penulis merupakan Pemegang Sanad Qiroah Asyroh yang Mutawatir, yang penulis ambil dari serang Syeikh dari Mesir pada tahun 2015. Sekarang penulis sedang menempuh pendidikan S1 Ekonomi Islam spesifikiasi Akuntansi Syariah di STEI SEBI.

Lihat Juga

Innalillahi, KH Ruslan Effendi Meninggal Dunia

Organization