Topic
Home / Berita / Daerah / Penuhi Panggilan Bareskrim, Sylvi Beberkan Beberapa Fakta Mengejutkan

Penuhi Panggilan Bareskrim, Sylvi Beberkan Beberapa Fakta Mengejutkan

Sylviana Murni memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, jumat (20/1/2017). (poskotanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Sylviana Murni memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta  2014 dan 2015.

Sylvi menjalani pemeriksaan Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, (20/1/2017), mulai pukul 09.00 hingga sekitar pukul 15.30

Usai menjalani pemeriksaan, Sylvi yang Nampak didampingi beberapa anggota kepolisian memberikan keterangan seputar pemanggilannya hari ini.

“Yang pertama, saya ingin menyampaikan bahwa saya mendapat surat panggilan. Dalam surat panggilan memang dipanggil nama saya, tetapi di sini ada kekeliruan,” ujarnya.

“Di sini pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta, tetapi ini bukan dana bansos tetapi ini adalah dana hibah sesuai dengan,” penjelasannya terhenti. “Sebentar.”

Sylviana  kemudian menunjukkan sebuah kertas. “Saya akan menyampaikannya dengan bukti-bukti yang jelas,” ucap dia seperti dilansir tempo.co

Sylviana menuturkan bahwa dana bantuan sosial ini berdasarkan SK Gubernur Nomor 235 tahun 2014, dikeluarkan pada 14 Februari 2014 yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta. “Masa itu (gubernurnya) Pak Joko Widodo,” kata Sylviana. Pada Februari 2014, Joko Widodo yang kini Presiden RI ke-7 itu menjadi Gubernur DKI dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama.

Sylviana menjelaskan, di situ disampaikan bahwa biaya operasional pengurus Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD melalui belanja hibah. “Jadi jelas di sini bukan bansos tetapi hibah,” ujarnya. Dana yang diberikan kepada Kwarda Pramuka, kata dia, sebesar Rp 6,8 miliar.

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Erwanto Kurniadi mengatakan kehadiran mantan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni ke kantor Bareskrim, Jumat (20/1/2017), hanya mengklarifikasi sejumlah dokumen.

“Ini kan mengklarifikasi saja. Kasus ini masih penyelidikan,” kata Erwanto, dikutip dari republika.co.id

Pemanggilan pemeriksaan Sylviana sesuai Nomor: 8/PK-86/I/2017/Tipidkor tanggal 18 Januari 2017 perihal permintaan keterangan dan dokumen yang ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri Brigjen Akhmad Wiyagus. Bareskrim sendiri mulai menyelidiki kasus ini sejak awal Januari 2017 berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.lidik/04/I/2017/Tipidkor tanggal 6 Januari 2017 sesuai Laporan Informasi Nomor: LI/46/XI/2016/Tipidkor tanggal 24 November 2016. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Usai Jumpa Pers di Kemenag, Bos First Travel dan Istri Ditangkap

Figure
Organization