Topic
Home / Berita / Daerah / Pasangan Anies-Sandi Bisa Kalahkan Ahok-Djarot

Pasangan Anies-Sandi Bisa Kalahkan Ahok-Djarot

dakwatuna.com – Jakarta. Usai debat kandidat pertama yang digelar KPUD DKI Jakarta, survey terhadap tiga kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang maju pada Pilkada DKI 2017 terus bermunculan, tak terkecuali survey di jagat maya. Salah satunya dilakukan oleh lembaga Katapedia Indonesia.

Andai pemilihan dilakukan pada pekan depan maka kecenderungan netizens lebih besar untuk memilih pasangan Anis-Sandi ketimbang Ahok-Djarot.

Kesimpulan tersebut didapat dari hasil survei elektabilitas online terhadap tiga pasang calon gubernur Jakarta 2017 yang dilakukan oleh lembaga Katapedia Indonesia.  Survei tersebut dilakukan kepada pengguna sosial media, khususnya Twitter selama 20 hari, dalam rentang 1-20 Januari 2017.

”Bila postulat kemenangan di social media adalah refleksi kemenangan di dunia nyata bisa diterima, maka dalam sepekan ke depan, apabila dilakukan pemilihan gubernur Jakarta, dapat dipastikan pasangan nomor 3 akan lolos ke putaran kedua. Sedangkan persaingan menuju putaran kedua justru terjadi antara pasangan nomor satu dan dua,” kata CEO Katapedia, Deddy Rahman, di Jakarta, Sabtu (21/1/2017), seperti dilansir republika.co.id 

Deddy menjelaskan dalam survei tersebut pihaknya menggunakan tiga tahapan. Tahap pertama menggunakan keyword dengan mengambil pembicaraan bagi pasangan nomor 1 adalah agus yudhoyono, agus harimurti, @agusyudhonoyono, agussylvi, @sylviani_murni, dan AHY. Lalu keywords untuk pasangan nomor 2 adalah ahok dan @basuki_btp. Sedangkan, pasangan nomor 3 adalah anies sandi, @aniesbaswedan, @sandiuno, @jktmajubersama.

”Dari hasil perolehan data pembicaraan, pasangan nomor 1 sebesar 125.715 tweets atau 10,2 persen. Lalu pasangan nomor 2 sebesar 745.852 tweets (60,3 persen), dan pasangan nomor 3 sebesar 364.291 tweets (29,5 persen). Total pembicaraan (buzz) sebesar 1.235.858 tweets,” paparnya.

Pada tahap kedua, Deddy melakukan text mining dari semua pembicaraan yang diperoleh, yakni dengan melakukan filter pembicaraan yang hanya mengandung kata-kata bersifat elektabilitas, yakni ‘pilih’, ‘dukung’, dan ‘coblos’.

Pada tahap ketiga, kata dia, pembicaraan yang diambil hanya yang memiliki konotasi sentimen positif saja. Prosesnya dilakukan secara otomotis dengan teknologi Machine Learning, menggunakan Naive Bayes Algorithm. ”Akurasi teknologi ini di atas 70 persen dalam menentukan sentiment (tone) dari sebuah pembicaraan (buzz) dalam bahasa Indonesia,” jelasnya.

Hasil perolehan data dari tahap kedua dan tahap ketiga, Deddy mengungkap untuk pasangan nomor satu memperoleh dukungan 36.768 tweets (28 persen). Lalu pasangan nomor 2 didukung 38.337 tweets (29 persen) dan pasangan nomor 3 adalah 56.639 tweets (43 persen).

”Ini hanya hasil sementara saja. Masih ada waktu sekitar 20 hari ke depan untuk membuat perubahan besar dalam elektabilitas online. Kemungkinan apapun masih bisa terjadi,” kata Deddy.

Sebelumnya, beberapa media online besar seperti Metro TV, CNN Indonesia, Tempo, Merdeka melakukan polling setelah digelarnya debat kandidat pertama.

(baca: Unggul di Polling Online, Tim Anies-Sandi: Kemenangan Makin Dekat)

Hasil polling beberapa media besar tersebut juga menempatkan paslon nomor urut tiga dalam rangking pertama. Berikut hasil polling lengkapnya:

Metro TV : Agus-Sylvi (6%), Ahok-Djarot (41%) , Anies-Sandi (52%) Total pemilih: (23,419 Votes)

CNN Indonesia: Agus-Sylvi (14%), Ahok-Djarot (41%),  Anies-Sandi (45%). Total pemilih (7,399 Votes)

Tempo: Agus-Sylvi (10%), Ahok-Djarot (44%), Anies-Sandi (46%). Total Pemilih (10,231 votes)

BeritaSatu: Agus-Sylvi (6%), Ahok-Djarot (43%), Anies-Sandi (51%). Total Pemilih (19,453 Votes)

Merdeka.com : Agus-Sylvi (14%), Ahok-Djarot (41%), Anies-Sandi (45%).  Total Pemilih (9,551 Votes)

(SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization