Home / Berita / Nasional / Tekait Kunjungan Anggota MUI Ke Israel, MUI: Kami Mengutuk Keras dan Sebaiknya Yang Bersangkutan Mengundurkan Diri

Tekait Kunjungan Anggota MUI Ke Israel, MUI: Kami Mengutuk Keras dan Sebaiknya Yang Bersangkutan Mengundurkan Diri

Beberapa Warga Indonesia mengunjungi Israel atas undangan Presiden Reuven Rivlin, diantaranya hadir Prof Istibsyarah sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI Pusat.

dakwatuna.com – Jakarta.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras kunjungan anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI ke Israel dan meminta yang bersangkutan agar segera mengundurkan diri demi marwah MUI dan Indonesia.

Ketua MUI bidang Luar Negeri, KH. Muhyidin Junaidi membenarkan kehadiran orang Indonesia, yang di antaranya adalah anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI di Yerusalem atas undangan Presiden Israel Reuven Rivlin. Tapi ia menegaskan mereka hadir tak mewakili MUI secara lembaga.

“MUI jelas mengutuk sekeras kerasnya kunjungan tersebut atas nama apapun,” kata dia, Kamis (19/1/2017), dilansir republika.co.id

Muhyidin juga meminta ada baiknya yang bersangkutan sebaiknya mengundurkan diri dari struktur Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI, sebelum pimpinan MUI yang mengambil keputusan. “Itu lebih baik demi marwah MUI dan Indonesia,” kata dia.

Menurut Muhyidin, apalagi jika salah satu yang hadir itu Prof Istibsyarah sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI Pusat. “Seharusnya beliau paham posisi MUI dan Indonesia tentang Palestina,” kata dia.

Terlebih kondisi sekarang, Yahudi dunia sudah di atas angin akibat sikap Donald Trump yang akan memindahkan kedubes Amerika ke Yerussalam. Sebagaimana klaim Israel bahwa ibu kota mereka pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kunjungan tersebut jelas bertolak belakang dengan kebijakan luar negeri Indonesai, khususnya terkait kemerdekaan Palestina yang hingga kini masih terus diperjuangkan.

Sikap Indonesia terkait kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Armanatha Nasir saat muncul seruan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membentuk hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia.

“Intinya yang ingin saya tegaskan bahwa dukungan atau upaya Indonesia untuk mendorong kemerdekaan Palestina tidak akan berubah,” ujar Armanatha saat ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, dikutip dari kompas.com(SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization