Topic
Home / Berita / Nasional / Hadir Sebagai Saksi, Anggota Polri Penulis Laporan Dicecar Hakim

Hadir Sebagai Saksi, Anggota Polri Penulis Laporan Dicecar Hakim

Majelis Hakim Kasus Dugaan Penistaan Agama dengan Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Sidang keenam kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (17/1/2017).

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Anggota Polresta Bogor, Briptu Ahmad Hamdani yang menerima aduan terhadap Ahok, atas nama Willyudin Abdul Rosyid pada Jumat, 7 Oktober 2016.

Namun dalam laporannya, Willyudin menyebut menonton video di Pulau Seribu pada tanggal Selasa 6 September 2016.

”6 september itu hari Kamis, bukan hari Selasa, kalau Selasa itu 6 oktober,” ucap Hakim, dalam persidangan di Auditorium Kementan, Jakarta, Selasa (17/1/2017), dilansir republika.co.id

Namun, Briptu Ahmad mengaku tidak mengetahui ada kesalahan tanggal dalam laporan tersebut. ”Waktu menerima laporan, tanggal segitu dan bulan segitu, kalau melihat hari saya tidak mengingat,” ucapnya.

Hakim menyecar Briptu Ahmad lantaran tidak teliti dalam membuat laporan. Hakim menilai Briptu Ahmad tidak memeriksa kembali laporan yang diberikan Willyudin, sehingga ada ketidaksesuaian tanggal dan hari.

Dua penyidik Polresta Bogor itu dipanggil berdasarkan keterangan saksi Wilyudin Abdul Rosyid Dhani pada Selasa (10/1/2017) pekan lalu. Saat itu Wilyudin mengakui ada salah ketik karena ada ketidaksesuaian data antara laporan dan berita acara pemeriksaan (BAP) mengenai lokasi kejadian dan tanggal kejadian.

“Dua penyidik Polres Bogor yang akan dipanggil yaitu Brigadir Polisi Kepala Agung Hermawan dan Briptu Ahmad Hamdani,” ujar Anggota tim kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, dikutip dari detikcom, Selasa (17/1/2017)

Sebelumnya diberitakan, dalam BAP dari saksi bernama Willyuddin Abdul Rosyid tertulis laporan tanggal 6 September 2016, sedangkan pidato Ahok, sapaan akrab Basuki, di Pulau Pramuka terjadi pada 27 September 2016. Dia mengakui ada salah ketik yang dilakukan oleh penyidik.

Majelis hakim kemudian memerintahkan penuntut umum memanggil polisi Polresta Bogor yang mengetik BAP Wilyudin. Majelis hakim juga memerintahkan penyidik membawa buku register dalam sidang Selasa (17/1/2017).  (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PM Pakistan Janji Seret Penistaan Agama Islam ke PBB

Figure
Organization