Topic
Home / Berita / Nasional / Dicecar Pertanyaan Tentang Tabayun, Jawaban Irena Handono Bikin Pengacara Ahok Gak Berkutik

Dicecar Pertanyaan Tentang Tabayun, Jawaban Irena Handono Bikin Pengacara Ahok Gak Berkutik

Irena Handono menjadi saksi pelapor yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Dalam sidang ke lima kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Irena Handono sebagai saksi pelapor kedua.

Irena langsung dicecar dengan beberapa pertanyaan oleh tim penasihat  Ahok, salah satunya adalah pertanyaan tentang tabayun (klarifikasi ulang)

Pertanyaan tersebut diajukan oleh salah seorang tim penasihat hukum Ahok, Sirra Prayuna, yang menanyakan kenapa saksi pelapor yang tidak melakukan tabayun (klarifikasi ulang) sebelum melaporkan Ahok ke Kepolisian ihwal ucapan pejawat tersebut saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 sehingga membuat tersinggung sebagian umat Islam.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Irena balik bertanya dan menantang kesiapan Sirra  “Anda sudah siap dengan jawabannya? Ketahuilah tabayun adalah hukum di dalam Islam. NKRI itu negara hukum. Kalau dalam hukum Islam, terdakwa sudah diusir,” ujar Irena di auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017), seperti dilansir republika.co.id

Sedangkan menjawab pertanyaan Ketua majelis hakim, Dwiyarso Budi Santiarto yang menanyakan apakah tidak sebaiknya sebelum melapor melakukan klarifikasi terlebih dahulu,  Irena pun langsung menjawab bahwa klarifikasi adalah tugas dari Kepolisian.

“Saya taat hukum, yang memiliki tugas untuk cek dan ricek itu Kepolisian. Saya sebagai warga negara hanya memiliki hak untuk melapor,” kata Irena.

Masih tidak puas dengan jawaban Irena, Sirra langsung menimpali dengan pertanyaan mengapa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melakukan tabayun sebelum mengeluarkan fatwa ihwal mantan bupati Belitung Timur itu yang telah menghina Alquran.

Kembali Irena memberikan jawban yang membuat pengacara Ahok tidak berkutik, bahkan Ketua Majlis Hakim Dwiyarso pun sepakat dengan jawaban tersebut

“Kalau untuk itu kan ada saksi ahli dan bisa langsung ditanyakan ke MUI,” kata Irena.

Dwiyarso pun sepakat dengan ucapan Irena. “Saudara bisa tanya ke yang bersangkutan yaitu saksi fakta,” katanya.

Sebagaimana dilansir okezone.com, Sidang kelima kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Masih sama dengan agenda sidang keempat, sidang kali ini juga mendengarkan keterangan saksi dari yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU). Sebanyak lima saksi akan dihadirkan, di mana kelimanya adalah pelapor Ahok atas kasus penistaan agama.

Kelima saksi itu adalah Pedri Kasman, Burhanudin, Ibnu Baskoro, H Irena Handono dan H Wilyudin Abdul Rasyid Dhani. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PM Pakistan Janji Seret Penistaan Agama Islam ke PBB

Figure
Organization