Topic
Home / Berita / Nasional / PKS dan Gerindra Komitmen untuk Tetap di Luar Pemerintahan

PKS dan Gerindra Komitmen untuk Tetap di Luar Pemerintahan

PKS dan Partai Gerindra berkomitmen untukn tetap berada di luar Pemerintahan. (viva.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Rumor yang berkembang bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra akan masuk kabinet Jokowi-JK jika terjadi reshuffle, langsung direspon oleh petinggi kedua partai tersebut.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa partai akan tetap berada di luar pemerintahan. Hal tersebut, kata Jazuli, sesuai dengan keputusan Majelis Syuro agar tetap berada di luar pemerintahan dengan berbagai alasan.

“Alasan pertama, PKS sadar tidak ikut berkeringat dalam memenangkan pasangan Jokowi-JK sehingga rasanya tidak etis begitu Jokowi-JK menang, lalu PKS mengambil jatah teman-teman yang sudah berkeringat,” ujar Jazuli di Jakarta, Senin (9/1/2017) seperti dilansir pks.id

Kedua, kata dia, agar tetap terjadi check and balances dalam menjalankan pemerintahan. Namun, Jazuli menegaskan bahwa PKS tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan selama kebijakannya sejalan kepentingan rakyat.

“Jika kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan keinginan rakyat terutama rakyat kecil, maka PKS akan memberikan tusiyah atau mengingatkan, bukan menganggu, demi bangsa dan Negara. Dalam konteks ini, PKS ini menjadi oposisi yang konstruktif,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan bahwa membantu pemerintah tidak harus memasukkan kader untuk menjadi menteri dalam kabinet.

“Partai Gerindra itu menempatkan kepentingan nasional di atas semua kepentingan. Kalau kita ikhlas membantu untuk kepentingan nasional, tidak harus di dalam kabinet. Di luar kabinet pun kami siap,” kata Prabowo seusai Rapat Kader Partai Gerindra di Hall D2 JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (8/1/2017)

(baca: Prabowo Tegaskan, Bantu Kepentingan Nasional Tidak Harus Masuk Kabinet)

Prabowo mengatakan dalam berdemokrasi perlu ada keseimbangan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Karena itu, dia mengisyaratkan Partai Gerindra tetap akan berada di luar kabinet meskipun tidak menutup kemungkinan membantu pemerintah.

“Kalau semua masuk dalam pemerintahan, lalu nanti siapa yang mengkritisi dan mengawasi. Perlu ada keseimbangan antara eksekutif dan legislatif,” tuturnya. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PKS Gencar Bantu Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Figure
Organization