Home / Berita / Nasional / Dukung Ahok, Gus Nuril: Sadar Tidak Sadar MUI telah Makar

Dukung Ahok, Gus Nuril: Sadar Tidak Sadar MUI telah Makar

Ahok berkunjung ke Pondok Pesantren Soko Tunggal Pimpinan Nuril Arifin Husein (Gus Nuril). (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkunjung ke Pondok Pesantren Soko Tunggal Pimpinan Nuril Arifin Husein (Gus Nuril).

Pada kunjungan tersebut, Ahok mendapatkan dukungan moril dari salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU), Nuril Arifin Husein atau biasa disapa Gus Nuril. Gus Nuril mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk lanjutan perjuangan dari ulama NU terdahulu, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pernah membela Ahok.

Gus Nuril juga sempat membahas fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya, MUI tidak bisa sembarangan membuat fatwa, mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Gus Nuril bahkan menuduh MUI telah melakukan makar karena fatwa tersebut berujung dengan adanya gerakan pengawal keputusan sehingga fatwa yang seharusnya tidak mengikat menjadi hukum positif.

“MUI harus hati-hati kalau dia mengeluarkan fatwa yang diperkuat gerakan pengawal MUI, sehingga seolah-olah fatwa MUI menjadi hukum positif MUI sadar atau tidak sadar telah makar,” kata Gus Nuril di kawasan Cipinang, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (9/1/2017) sebagaimana dilansir merdeka.com

“Karena fatwa MUI tidak mengikat di negeri ini, lebih sahih fatwa PBNU, atau Muhammadiyah,” tambahnya.

Dia mengingatkan, jika hanya untuk membuat gerakan pengamanan fatwa bukan hanya MUI yang bisa melakukannya. Sebab, Gus Nuril mengungkapkan, bisa saja membuat fatwa lalu membuat pasukan untuk melakukan pengamanan serupa dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

“Makanya TNI Polri harus mengambil sikap, jangan sampai terjebak. TNI Polri harus bergerak harus dilihat dengan benar,” tutup Gus Nuril.

Bahkan Gus Nuril juga menyentil fatwa MUI terkait pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang dianggap menistakan agama. Apalagi ada sebuah gerakan yang mengatasnamakan pengawal fatwa MUI tersebut. Gus Nuril menganggap hal tersebut sebagai sebuah kekeliruan. Sebab, efeknya bisa memecah belah bangsa.

“Ini kolaborasi orang-orang sakit hati. Mau ada upaya menjatuhkan Pak Jokowi lewat sampean (kamu-Ahok). Maaf saya harus ngomong seperti ini,” kata Gus Nuril kepada Ahok, dikutip dari detikcom

Kedatangan Ahok ke ponpes tersebut, dianggap Gus Nuril, sebagai bentuk upaya Ahok menolak stigma kepadanya. Gus Nuril juga menyebut Ahok sebagai sosok yang mau mendengarkan masukan dari orang-orang yang dulu begitu dekat dengan Gus Dur. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rekonsiliasi Tidak Gratis, Israel Jamin Keamanan Arab Terhadap Ancaman Iran

Figure
Organization