Home / Berita / Nasional / Prabowo Tegaskan, Bantu Kepentingan Nasional Tidak Harus Masuk Kabinet

Prabowo Tegaskan, Bantu Kepentingan Nasional Tidak Harus Masuk Kabinet

Prabowo Subianto menegaskan bahwa membantu Pemerintah tidak harus masuk kabinet. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto secara tersirat menjawab rumor yang beredar tentang tawaran pemerintah kepada kader Partai Gerindra untuk masuk dalam kabinet Jokowi-JK.

Prabowo mengatakan bahwa membantu pemerintah tidak harus memasukkan kader untuk menjadi menteri dalam kabinet.

“Partai Gerindra itu menempatkan kepentingan nasional di atas semua kepentingan. Kalau kita ikhlas membantu untuk kepentingan nasional, tidak harus di dalam kabinet. Di luar kabinet pun kami siap,” kata Prabowo seusai Rapat Kader Partai Gerindra di Hall D2 JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (8/1/2017) seperti dilansir republika.co.id

Prabowo mengatakan dalam berdemokrasi perlu ada keseimbangan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Karena itu, dia mengisyaratkan Partai Gerindra tetap akan berada di luar kabinet meskipun tidak menutup kemungkinan membantu pemerintah. “Kalau semua masuk dalam pemerintahan, lalu nanti siapa yang mengkritisi dan mengawasi. Perlu ada keseimbangan antara eksekutif dan legislatif,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Puyono mengklaim partainya ditawari empat pos menteri dalam pemerintahan Jokowi-JK.

(baca: Ini Empat Pos Menteri yang Ditawarkan ke Gerindra)

Empat pos menteri itu adalah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Kepala Staf Kepresidenan.

“Saya sudah dapat info A1 dari orang dekat Pak Joko Widodo, bahwa Gerindra ditawarkan empat posisi di pemerintahan yaitu Menkopolkam, Mentan, Menaker dan Kepala KSP,” kata Arief Puyono di Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Arief mengatakan meskipun nantinya keputusan diserahkan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, namun pengurus atau pun kader lebih cenderung tetap berada di luar pemerintahan. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ada Kekhawatiran Rivalitas Pilpres 2019 Pasca Piala Presiden

Organization