Home / Berita / Rilis Pers / Pernyataan Sikap Lembaga Pers Mahasiswa BSI atas Diblokirnya Media Islam

Pernyataan Sikap Lembaga Pers Mahasiswa BSI atas Diblokirnya Media Islam

Ilustrasi (okezone.com)

dakwatuna.com

Assalamualaikum wr. wb.

Akhir 2016 dan mengawali 2017 menjadi kado pahit kepada umat Islam. Sebab beberapa media Islam di blokir oleh pemerintah dengan alasan mengandung fitnah, provokasi, SARA, dan penghinaan simbol negara. Namun sayangnya di tengah kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh UUD di negara tercinta Indonesia ini, sikap pemerintah yang memblokir beberapa media Islam justru sangat mencederai kehidupan berdemokrasi. Tindakan represif tersebut tidak boleh dibiarkan karena bertentangan dengan undang-undang dasar 45 dan hak asasi manusia.

Maka dari itu kami dari Lembaga Pers Mahasiswa BSI sangat menyesalkan sikap pemerintah yang khususnya dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan menyatakan sikap:

  1. Sangat menyesalkan sikap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang memblokir media Islam.
  2. Meminta pemerintah untuk menjamin kebebasan berpendapat terhadap setiap warga negaranya.
  3. Menuntut Pemerintah segera membuka kembali akses media Islam yang diblokir.
  4. Menyarankan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelum memblokir media tersebut untuk mengedepankan dialog terhadap kantor berita yang bersangkutan.
  5. Menuntut Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk tidak lagi memblokir media Islam ke depannya.

Kelima poin tersebut semoga bisa menjadi rujukan pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar bertindak hati-hati terhadap pemblokiran situs Islam. Dan tetap menjaga kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.

Wassalamu’alaikum. wr. wb.

Zulfikar Thoha

Ketua Lembaga Pers Mahasiswa BSI

(dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Islam, Pancasila dan Tujuh Kata Yang Hilang