Topic
Home / Berita / Nasional / Jadi Saksi Kasus Penistaan, Habib Novel: Ahok Tidak Pernah Kapok

Jadi Saksi Kasus Penistaan, Habib Novel: Ahok Tidak Pernah Kapok

Habib Novel menjadi saksi pertama yang dihadirkan dalam kasus penistaan agama oleh Ahok. (okezone.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama alias Ahok memasuki sesi keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dari keenam saksi yang dihadirkan, Habib Novel menjadi saksi pertama yang dihadirkan dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Habib Novel meyakini bahwa Ahok bukan hanya sekali melakukan penistaan terhadap Islam. Sehingga itulah yang membuatnya membahtah pertanyaan kuasa hukum Ahok mengapa kliennya tidak dinasehati saja.

”Saya bilang tidak perlu dinasehati. Kalau Ahok mengucapkan sekali, maka saya perlu nasehati. Tapi Ahok ini berkali-kali. saat di pulau pramuka dan 21 September di partai Nasdem, 30 Maret juga. Tetapi saya melihat dzohir, bahwa Ahok terbukti tidak pernah kapok,” tegasnya, seperti dilansir republika.co.id

Pernyataan Novel tersebut bukan tanpa alasan. Dalam kesaksiannya, Habib Novel memaparkan sejumlah bukti -bukti bahwa Ahok secara meyakinkan telah melakukan tindakan penistaan agama. ”Terbongkar, bahwa unsur ketidaksengajaan yang Ahok sebut itu terbantahkan dengan data -data yang saya sampaikan,” kata dia.

Bukti -bukti tersebut, lanjut dia, adalah E-book berjudul Merubah Indonesia dalam halaman 40 dari paragraf satu, dua, ketiga sampai keempat tentang Al -Maidah. Selain itu, Habib Novel menyatakan Ahok telah menyerang Islam sejak masih menjadi calon wakil gubernur pada 2012.

”Contohnya, ayat suci no, ayat konstitusi Yes, atau ayat -ayat konstitusi di atas ayat -ayat suci. Itu yang saya sampaikan,” ucapnya.

Novel adalah orang pertama yang melaporkan Ahok ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait dengan kasus ini. Dia menyambangi Bareskrim untuk melapor pada 6 Oktober 2016. Dia melapor bukan sebagai anggota FPI.

Novel menyatakan bakal ada enam saksi dalam persidangan nanti. Ia mengaku tak tahu-menahu mengenai saksi lainnya, kecuali ada Muhsin Al Attas, yang kebetulan juga dari FPI. Saksi-saksi, kata Novel, tidak saling berkoordinasi.

“Saya hanya mempersiapkan diri dengan kuasa hukum saya dan mereka juga punya kuasa hukum masing-masing,” kata Novel, dikutip dari detikcom

Semalam (2/1/2017), Novel sudah dihubungi pihak kejaksaan agar hadir dalam persidangan pagi ini. Sidang akan dimulai pukul 09.00 WIB. Dia siap mengungkapkan kesaksiannya.

“Yang pasti saya akan meminta agar Ahok segera ditahan, karena Ahok ini statusnya terdakwa. Karena Ahok juga telah berkali-kali menyerang Surat Al Maidah lagi,” kata Novel. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization