Home / Berita / Nasional / Tindakan Kapten KM Zahro Bikin DPR Geram

Tindakan Kapten KM Zahro Bikin DPR Geram

Kapal KM Zahro Express yang terbakar pada Ahad (1/1/2017), (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan mengaku marah dan kesal dengan sikap Kapten kapal KM Zahro Express yang terbakar pada Ahad (1/1/2017), kemarin.

Tindakan Kapten Kapal yang memilih loncat terlebih dahulu dibandingkan menyelamatkan penumpang dinilai sebagai tindakan tidak profesional dan telah melakukan pelanggaran. Seharusnya, kata dia, kapten kapal memimpin evakuasi dan penyelamatan penumpang, bukan kabur duluan.

“Iya, saya marah dan kesel, kok kaptennya seperti itu. Kan yang lebih faham soal evakuasi dan penyelamatan penumpangkan kapten kapal, kalau dia tidak kabur mungkin jumlah korban tidak sebanyak itu,” kata politikus Partai Amanat Nasional itu, Senin (2/1/2017), dikutip dari republika.co.id

Taufik juga mengaku kecewa dengan tidak jelasnya manifest atau data penumpang KM Zahro Express. Karena pada manifest yang ada, ternyata abal-abal. Ini menyulitkan untuk mengidentifikasi penumpang KM Zahro yang sebenarnya.

“Pada manifest itu ada 100 penumpang, padahal ada 180 penumpang di kapal yang terbakar itu. Meski belum overload, tapi ini bentuk pelanggaran berat dan sudah melanggar SOP,” keluhnya.

Langkah selanjutnya, kata Taufik sebagai pimpinan DPR RI, dalam hal ini komisi V akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam insiden ini. Pemanggilan ini untuk memcari solusi agar kejadian pilu ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

Seperti dilansir tribunnews.com, saat Zahro Express terbakar, kapten kapal justru menyelamatkan diri terlebih dulu.

“Kapten kapal nyebur (ke laut) duluan, loncat,” kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Satriadi Gunawan.

Kapten kapal berada paling dekat dari lokasi sumber kebakaran pertama. Diduga, awal mula kebakaran berada di aki, tepatnya di sebelah bawah bagian depan kapal. Seharusnya kapten kapal paling belakang menyelamatkan diri. Ia seharusnya memerintahkan para penumpang menyelamatkan diri terlebih dulu. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ustadz Yusuf Supendi Meninggal Dunia

Organization