Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu AS: Solusi Dua Negara di Palestina Hadapi Bahaya Besar

Menlu AS: Solusi Dua Negara di Palestina Hadapi Bahaya Besar

Menlu AS, John Kerry (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Palestina. Menlu AS, John Kerry, memperingatkan bahwa usulan solusi dua negara yang diusung selama ini untuk mengakhiri konflik di Palestina menghadapi bahaya besar.

Hal itu disampaikan Kerry untuk membela posisi AS yang abstain dalam voting resolusi pembekuan perumahan Yahudi di Palestina oleh DK PBB baru-baru ini.

Dalam sebuah konferensi pers sebagaimana diberitakan Aljazeera (28/12/2016), Kerry menggarisbawahi situasi Timur Tengah dengan berbagai konflik saat kini mendorong pendudukan (baca: penjajahan) Israel di Palestina terus berlanjut.

Meskipun demikian, Kerry juga mengungkapkan masih adanya peluang tercapainya kesepakatan atas usulan solusi dua negara tersebut (Palestina dan Israel).

Pendapat Kerry berpijak pada posisi Netanyahu yang menyatakan setuju atas usulan itu, tetapi terhalang oleh sikap pemerintahan koalisi yang dipimpinnya yang memiliki agenda sebaliknya.

Menurut Kerry, pemerintahan koalisi yang mem-back-up Netanyahu mencoba memperkuat penguasaan atas Tepi Barat dengan berbagai proyek permukiman untuk Yahudi sejak tahun 2009, atau sejak Obama menjadi Presiden AS.

Hal itu dibuktikan dengan bertambahnya jumlah penduduk Yahudi di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Atas pertimbangan tersebut menurut Kerry, AS kemudian tidak lagi menggunakan hak vetonya, tetapi tidak juga mendukung resolusi itu dengan memilih bersikap abstain.

AS beralasan karena di pihak lain, sikap Hamas yang terus menggali terowongan-terowongan bawah tanah membahayakan keamanan Israel dan mengancam solusi perdamaian yang diajukan. (rem/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Preteks Pada Viralitas Video UAS

Organization