Home / Berita / Nasional / Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini yang Disampaikan Eko Patrio

Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini yang Disampaikan Eko Patrio

Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio memenuhi panggilan Bareskrim Polri, Jumat (16/12/2016). (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio akhirnya hadir memenuhi panggilan Bareskrim Mabel Polri pada Jumat (16/12/2016).

Eko Patrio menyambangi Bareskrim Mabes Polri kira-kira pukul 13.46 WIB dengan menumpang mobil Cadillac Escalade dengan plat nomor B 2 RYN didampingi pengacara Firman Nurwahyu, SH.

Maksud dan tujuan kehadiran Eko memenuhi panggilan Bareskrim Polri sebagaimana diutarakan oleh sang pengacara adalah dalam rangka mengklarifikasi berita yang beredar di media terkait pernyataan kliennya.

Pihak Eko Patrio rupanya merasa dirugikan dengan pemberitaan di sejumlah media online yang mengutip tulisan di akun Twitter Eko. Tulisan itu mencakup pernyataan bahwa peristiwa ditemukannya bom di Bekasi merupakan pengalihan isu dari kasus Ahok.

“Kedatangan kami hari ini bersama pak Eko, klien kami dalam rangka meluruskan dan klarifikasi isu yang berkembang di media online. Jadi Pak Eko tidak pernah diwawancara tujuh media tersebut,” ucap Firman usai berdiskusi dengan pihak berwajib sebagaimana dilansir liputan6.com

Pihak Eko Patrio juga berkoordinasi dengan pimpinan Mabes Polri tentang penyelesaian masalah yang terlanjur melebar itu. Hasilnya, ketujuh media yang terlibat harus melakukan klarifikasi.

“Kita berkoordinasi dengan pimpinan Mabes Polri. Lalu yang ketiga, kami dalam hal ini mengklarifikasi tujuh media online tersebut, bahwa Pak Eko tidak pernah diwawancara. Kami memberi waktu 1×24 jam (bagi ketujuh media) untuk mengklarifikasi bahwa klien kami tak pernah diwawancara, baik via telepon maupun tatap muka,” jelas Firman.

Pertemuannya dengan pimpinan Mabes Polri berlangsung singkat, yaitu hanya sekitar satu jam.

Sebelumnya Beredar kabar bahwa Eko telah mengunggah pernyataan di media sosial soal bom Bekasi. Dalam informasi yang beredar, ia diduga melontarkan penyataan bahwa pengungkapan bom di Bekasi adalah pengalihan isu terhadap kasus penistaan agama yang diduga dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Atas beredarnya berita tersebut, maka Eko Patrio dilaporkan oleh seorang penyidik pada Rabu (14/12/2016). Laporan tersebut didaftarkan atas nama Sofyan Armawan. (baca: Dilaporkan Penyidik, Eko Patrio Tak Penuhi Panggilan Bareskrim). (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Usai Jumpa Pers di Kemenag, Bos First Travel dan Istri Ditangkap

Organization