Home / Pemuda / Essay / Pemuda Islam Sebagai Armada Dalam Kemajuan Bangsa

Pemuda Islam Sebagai Armada Dalam Kemajuan Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan pada setiap kemajuan di dalam suatu bangsa. Pemudalah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai agama, khususnya Agama Islam dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Pemuda dalam tiap masa selalu menjadi tulang punggung sebuah perubahan. Apakah itu perubahan menuju lebih baik atau sebaliknya? Sejak dahulu, sejak zaman Boedi Oetomo berdiri sudah terasa sekali peran para pemuda dalam perubahan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Selain itu, bila kita tilik balik kembali perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, perubahan era kepemimpinan juga merupakan hasil dari perjuangan para pemuda di zamannya, kita lihat saja perubahan dari era orde Lama dibawah kepemimpinan presiden Soekarno ke era orde Baru di bawah kepemimpinan presiden Soeharto juga tidak lepas dari para mahasiswa angkatan ’66 yang meneriakkan revolusi.

Sedangkan pemuda zaman sekarang, masih terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas , penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru malah disalahgunakan. Tidak jarang kaum-kaum muda saat ini yang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang pemuda, seperti membuka situs-situs porno dan sebagainya. Masa depan ada di tangan pemuda. Ungkapan ini memiliki semangat konstruktif bagi pembangunan dan perubahan. Pemuda tidak selalu identik dengan kekerasan dan anarkisme tetapi daya pikir revolusionernya yang menjadi kekuatan utama. Sebab, dalam mengubah tatanan lama budaya bangsa dibutuhkan pola pikir terbaru, muda dan segar.

Terjadinya perubahan gaya hidup (life style) pemuda zaman kini tak lepas dari kemajuan teknologi yang semakin canggih, dari berbagai situs internet yang menyediakan berbagai macam informasi, entah itu informasi yang bisa menambah wawasan atau malah sebaliknya justru menjadi perusak moral para pemuda, semua kembali kepada setiap individu dalam menyikapi persoalan seperti ini. Sebagai pemuda hendaknya mampu memilah informasi-informasi yang layak dan tidak layak, sehingga informasi tersebut tidak menjadi penyebab kerusakan moral dan bahkan menjauhkannya dari hal-hal yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Kemajuan teknologi yang di maksud oleh penulis disini adalah kemajuan teknologi khususnya teknologi komunikasi, atau internet. Dewasa ini, internet menjadi bagian penting dari kehidupan remaja termasuk belajar, hiburan dan aktivitas sosial mereka. Mengingat pengalaman dangkal remaja serta karakteristik khusus usia ini, mereka paling rentan terhadap dampak negatif serta merusak akibat penyalahgunaan internet. Dampak ini mengancam keselamatan fisik dan mental remaja. Nah, dalam pembahasan itu kami akan mencoba untuk mengajak para pemuda dalam mengambil peran terhadap kemajuan teknologi untuk membatasi gaya hidup yang berlebihan, dengan mencontoh kesederhanaan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, mengingat sudah begitu banyak pemuda yang menjadi korban karena kemajuan teknologi ini.

Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa ini di masa mendatang harus bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional dengan memiliki modal dasar sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) dalam masyarakat. Karena pemuda merupakan suatu potensi yang besar sebagai armada dalam kemajuan bangsa. Peran pemuda sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa, dan para pemuda juga seharusnya menyadari bahwa mereka haruslah menjadi kelompok yang mampu mempresentasikan nilai-nilai Islam secara utuh kepada masyarakat.

Beberapa peran yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam menghadapi kemajuan teknologi untuk membatasi gaya hidup yang berlebihan, sebagai berikut:

  1. Fokus Pada Rencana dan Harapan Di Masa Depan

Sebagai pemuda yang punya banyak mimpi, tentu akan berpikir hidup kita tentu bukan hanya untuk saat ini saja. Masih banyak kebutuhan, keperluan, beberapa rencana dan harapan yang ingin kita gapai di masa depan. Untuk itu, perlu adanya kesadaran diri untuk tidak menuruti gaya hidup yang berlebihan. Dari sekarang kita mesti fokus pada tujuan. Ingat, fokus dan fokuslah demi terlaksananya rencana dan cita-cita di masa depan. Kalau kita ingin melanjutkan lagi pendidikan atau juga merencanakan pendidikan sampai ke jenjang yang tinggi untuk menggapai apa yang selama ini kita cita-citakan, Ingin memiliki rumah dan kendaraan pribadi, Ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Ingin membangun sebuah usaha atau perusahaan. Tentu semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu kita harus memikirkannya dari sekarang dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Kita juga harus fokus menerapkan hidup hemat dan gemar menabung. Ingatlah selalu, hindari gaya hidup berlebihan.

Menurut Atho’ bin Abi Robah setiap muslim dilarang berlaku boros dalam segala hal. Ibnu Katsir menambahkan bahwa berlebihan dalam makan, dapat membahayakan akal dan jasmani. Tafsir Ibnu Katsir: 2/182 dan dari Miqdam bin Ma’di Yakrib RA bahwa Nabi bersabda, “Tidaklah seorang anak Adam mengisi sebuah bejana yang lebih buruk daripada perut,… ( Sunan Turmudzi: 4/590 no: 2380 dan dia berkata: Hadits hasan shahih).

2.      Cara Pandang Kita Terhadap keinginan dan Kebutuhan Hidup

Berapapun nilai besarnya keuangan kita, akan tidak cukup bila tidak kita atur dan kelola dengan benar. Cara pandang terhadap kebutuhan pokok dan pemenuhan keinginan tentu tidaklah sama. Misalnya, kebutuhan makan, minum, dan pakaian. Ini adalah kebutuhan pokok, namun juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup boros apabila berlebih-lebihan dan melampaui batas yang diperlukan. Termasuk juga keinginan-keinginan yang sebenarnya tidak ataupun belum kita butuhkan.

Gaya hidup boros ini tidak terjadi seketika, melainkan terbentuk dari kebiasaan kita menuruti hawa nafsu keinginan tersebut dan faktor lingkungan keluarga ataupun sekitar. Sebab dengan atau tanpa kita sadari, pada dasarnya diri kita cenderung mencontoh dan mengikuti pola hidup keluarga, teman dan lingkungan. Oleh sebab itu kita dianjurkan agar belajar mengendalikan keinginan dan selektif memilih teman (yang tidak konsumtif), agar tidak merugikan keuangan dan tidak membahayakan hidup kita akibat gaya hidup boros. Hidup boros juga merupakan hal yang dilarang oleh Allah swt, Sebagaimana dalam firmanNya bahwa Allah memuji hamba-Nya yang bersikap sederhana dalam membelanjakan kekayaannya.

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan sesungguhnya (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. Al-Furqon: 67)

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya:

orang yang bersikap demikian adalah orang yang tidak boros dalam memanfaatkan harta sampai berbelanja melebihi kebutuhan dan tidak pula kikir terhadap keluarganya sampai mengurangi hak-hak mereka dan tidak memberikan kecukupan bagi mereka. Dia berlaku adil, sederhana dan bertindak yang terbaik. Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan dan tidak berlebih-lebihan” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/325).

3.      Ubah Pemikiran Terhadap Uang

Uang memang merupakan alat transaksi yang sangat penting, maka dari itu kita harus mengendalikannya. Mulai sekarang ubahlah pola pikir tentang uang yang mengatakan “uang adalah segalanya” karena hal ini akan membuat kita mulai memperlakukannya secara spesial dan akhirnya kita mulai dikendalikan oleh uang. Ingat semakin banyak mengeluarkan uang maka semakin besar potensi terlilit utang.

Nah, demikianlah beberapa peran yang dapat dilakukan para pemuda dalam menghadapi kemajuan teknologi untuk membatasi gaya hidup yang berlebihan, karena dengan adanya kesadaran seperti diatas seorang pemuda akan berpikir dan lebih bijak dalam menentukan gaya hidup mereka. oleh karena itu, sangat perlu untuk menanamkan kesadaran kepada para pemuda agar tidak cepat terpengaruh dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih yang kemudian mengikuti gaya hidup berlebihan orang-orang barat.

Pemuda harus menjadi generasi yang seimbang dan moderat, menjalankan Islam secara konsekuen bukan berarti meninggalkan dunia sama sekali. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Mahasiswi.

Lihat Juga

Sekjen PBB: Hentikan Ujaran Kebencian Terhadap Islam

Organization