Topic
Home / Berita / Nasional / Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 Mengajak Saling Menghargai Perbedaan

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 Mengajak Saling Menghargai Perbedaan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Dukungan para tokoh untuk film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 ditunjukkan saat acara Gala Premiere film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (BTDLA 2) yang dilaksanakan di XXI Plaza Indonesia. Tokoh politik Amien Rais, Eddy Soeparno, dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan Sylviana Murni, Ketua GNPF MUI Ustadz Bachtiar Natsir, serta Kezia Roslin (Puteri Indonesia 2016) turut hadir diacara tersebut.

Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengungkapkan, film BTDLA 2 mencerminkan keadaan Indonesia saat ini. Film ini juga menjawab keadaan kita saat ini.“Film ini sarat dengan nilai kehidupan dan momentumnya sangat tepat untuk menjawab permasalahan bangsa saat ini”, ungkap Amien Rais.

Hal senada juga disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni. ” Message yang bagus, perbedaan itu justru bisa mengakibatkan keharmonisan, dan perbedaan itu bisa menjadi kekuatan yang berpotensi semakin merekatkan kita sesungguhnya, kalau itu dimaknai sebagai sebuah hal kekayaan buat kita,” ungkapnya.

Sedangkan Ustad Bachtiar Natsir, saat adegan tokoh Sarah Husein membaca puisi tentang indahnya Islam, ia meneteskan air mata. Ia teringat dengan aksi damai yang ia pimpin beberapa waktu lalu.“Aksi bela Islam 2 dan 3 identik sekali dengan apa yang digambarkan dalam film ini, bahwa berbeda keyakinan tidak harus saling membenci”, ujar Bachtiar Natsir.

Selain para tokoh politik dan ulama, Puteri Indonesia 2016, Kezia Roslin yang hadir dalam acara gala premier film garapan Rizal Mantovani ini juga menyatakan film ini bisa menjadi pedoman masyarakat Indonesia yang beragam secara budaya dan agama. ” Luar biasa banget dan benar-benar menjadi satu pedoman, sesuatu yang bisa menjadi sebuah hikmah buat kita semua bahwa kita diciptakan secara berbeda, tetapi dengan perbedaan itu bisa menyatukan kita semua, khususnya kita yang berada di Indonesia,” ungkapnya.

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 akan ditayangkan serempak di seluruh bioskop Tanah Air mulai 8 Desember 2016. Film ini kembali menguak sejarah-sejarah yang belum diketahui sebagian orang, seperti siapa sebenarnya penemu Amerika.

Bulan yang terbelah pada film kedua ini merupakan metafora dari masyarakat dunia saat ini yang nyatanya masih merasa ada bariers yang membatasi antar-agama dan etnis. Film ini mencoba menyadarkan pada masyarakat bahwa sebenarnya ada ikatan sejarah yang kuat, yang dapat menjadi basis mengapa seharusnya kita tidak terpecah. (sb/dawaktuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Organization