Home / Berita / Nasional / Apresiasi Aksi 212, Persatuan Mahasiswa Indonesia Di Pakistan Gelar Khataman Dan Doa Bersama

Apresiasi Aksi 212, Persatuan Mahasiswa Indonesia Di Pakistan Gelar Khataman Dan Doa Bersama

Mahasiswa Indonesia menggelar khatam quran dan doa bersama sebagai wujud dukungan kepada Aksi Damai Bela Islam 3, Jumat (2/12/2016). (cakfir)
Mahasiswa Indonesia menggelar khatam quran dan doa bersama sebagai wujud dukungan kepada Aksi Damai Bela Islam 3, Jumat (2/12/2016). (cakfir)

dakwatuna.com – Islamabad. Isu penistaan terhadap agama yang sedang ramai menjadi polemik di tanah air , turut menjadi perhatian mahasiswa Indonesia di Pakistan. Sejak bergulirnya kasus tersebut, mereka turut mengikuti perkembangannya hingga saat ini.

Demi mengapresiasi Aksi Damai jilid 3, Mahasiswa Indonesia di Pakistan yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Pakistan sepakat menggelar doa bersama dan khataman al-quran sebagai wujud kecintaan terhadap kitab suci yang menjadi pedoman umat Islam. Acara digelar di masjid kampus International Islamic University Islamabad jumat (2/12/2016).

Melalui prosedur perizinan kepada pihak kampus, PPMI Pakistanpun kompak mengenakan pakaian serba putih menuju masjid dan menggelar acara tersebut. Khutbah jumat yang disampaikan oleh Dr. Sanaullah al Azhari yang juga merupakan dosen di kampus tersebut setidaknya mempunyai korelasi dengan konteks yang terjadi di tanah air. Beliau mengajak seluruh muslimin merefleksikan semangat bulan Maulid nabi Muhammad SAW untuk menjaga persatuan dengan menjadikan Quran dan Sunnah sebagai pedoman, senantiasa bersatu menjaga kesucian keduanya dan tidak membiarkan kedholiman terjadi kepada sesama saudara seiman.

Setelah shalat jum’at, warga PPMI pun mulai merapat dan berkumpul di depan mihrab imam, kemudian mulai melantunkan bacaan al quran hingga khatam. Menyikapi kegiatan ini, Dr Sanaullah mendoakan agar Indonesia dan negara mayoritas muslim lainnya diberi ketentraman dan kedamaian oleh Allah SWT.

Seusai khataman al Quran, mahasiswa Indonesia di Islamabad yang berjumlah sekitar 100 an orang ini kemudian menggelar doa bersama yang dipimpin oleh H. Firman Arifandi, salah satu mahasiswa pascasarjana jurusan jurisprudence. Acara yang digelar oleh PPMI Pakistan sebagai wujud solidaritas terhadap aksi damai jilid 3 di jakarta ini bertemakan “ Praying Together for the sake of defending Islam and Muslim”.

Acara berjalan lancar dan tanpa halangan apapun karena dari pihak kampus, dan security telah memberikan izin. Muhammad taufiq, selaku Ketua umum PPMI Pakistan mengatakan

“hal ini adalah wujud solidaritas kita terhadap aksi damai yang digelar saudara-saudara kita sesama muslim di jakarta hari ini, Dan doa itu adalah senjata kuat bagi muslimin, semoga Indonesia dijaga oleh Allah. Kemudian umat Islam khususnya dan seluruh elemen masyarakat umumnya semoga mampu menjaga kesatuan Republik Indonesia. Kita selalu mendoakan kebaikan untuk tanah air tercinta meski kita berada di perantauan” ujarnya.

surat-pernyataan-sikap-ppmiPada hari rabu, PPMI sempat mengeluarkan surat pernyataan sikap terkait aksi damai jilid 3. Dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Muhammad taufiq sebagai ketua umum dan Abdullah Haq al haedary sebagai sekjend menyatakan 5 poin penting, yakni :

Mendukung gerakan Aksi Damai Bela Islam dengan tetap memegang teguh Akhlaqul Karimah dan tidak berbuat anarkis.

Mengharapkan aksi yang tertib dan tidak mengganggu kenyamanan publik.

Mengharapkan kepada pemerintah agar memproses tersangka secara profesional, adil, dan transparan.

Mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari perpecahan.

Mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Buku ‘Dalam Lingkaran Kebisuan’