Home / Berita / Opini / Jangan Senang Jokowi Datang Saat Aksi #aksibelaIslamjilid3 #212

Jangan Senang Jokowi Datang Saat Aksi #aksibelaIslamjilid3 #212

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

aksi-212-monasdakwatuna.com – Aksi bela Islam jilid 3 aksi 212 yang berlangsung pada 2 desember 2016 lalu dihadiri oleh lebih dari 7 juta umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia bahkan ada juga dari malaysia!!! (setidaknya 300 orang umat Islam Malaysia) . Mereka berbondong-bondong datang memadati silang Monas sampai ke jalan Thamrin dan sekitarnya.

ALLAHU AKBAR…, DUKUNGAN AKSI BELA ISLAM JILID 3 JUGA DATANG DARI LUAR NEGERI!!

Dukungan terhadap aksi tersebut pun datang dari berbagai negara di antaranya umat Islam di jerman, umat Islam di jepang , umat di Amerika, umat Islam di Spanyol, umat Islam di Arab saudi. Pemerintah Turki secara resmi memberi dukungan, melalui staff duta besarnya Erdogan mengucapkan salam dukungan terhadap aksi tersebut.

Akhirnya Presiden Jokowi datangi aksi bela Islam jilid 3

Sebelumnya banyak pihak yang bertanya apakah atau mungkin berharap presiden dapat hadir dalam aksi 212, yang bisa jadi tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai aksi terbesar negara Indonesia. Kita tentunya masih ingat bagaimana sikap presiden terhadap aksi bela Islam jilid 2 jangankan menemui, menerima perwakilan pun tidak!

Kenapa pada aksi bela Islam jilid 3 ini presiden mau datang menemui umat Islam?? Menurut analisa saya, sikap ini bukan tanpa tujuan politik. Dengan kehadirannya tentu ada harapan bahwa suara-suara yang beranggapan bahwa dia melindungi sang penista Islam yakni Ahok serta suara-suara menghendaki digelarnya sidang istimewa MPR reda. Presiden Jokowi, mungkin juga berharap agar mendapatkan dukungan dari umat Islam.

Di hadapan jutaan umat Islam presiden berkata, Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena semua jemaah yang hadir tertib, dalam ketertiban sehingga acaranya semuanya bisa berjalan dengan lancar, Terima kasih dan selamat kembali ke tempat asal masing-masing, ke tempat tinggal masing-masing. Dari sambutannya terlihat seolah-olah presiden mendukung aksi bela Islam jilid 3, namun pernyataan tersebut selain tidak menyentuh pada subtansi permasalahnya, yakni penegakan supermasi hukum yang berpihak pada kebenaran dengan penjarakan sang penista agama Islam yaitu Ahok Pernyataan presiden juga hanya lipsing tidak sesuai fakta yang ada. Istilah singkatnya, yang penting kan saya sudah datang menemui kalian.

Oleh karena itu, umat Islam jangan terlena atas kehadiran presiden dalam aksi bela Islam jilid 3, jangan sampai umat Islam berubah sikap terhadap pemerintah bahkan lupa terhadap kezhaliman yang dilakukan terhadap rakyat Indonesia. (fikri/dakwatuna.com)

Advertisements

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Khutbah Idul Fitri 1438 H: Kunci Kemuliaan Umat Islam