Topic
Home / Berita / Nasional / Sekjen SNH Advocacy Center: Hembuskan Isu Makar, Upaya Mengaburkan Pokok Permasalahan

Sekjen SNH Advocacy Center: Hembuskan Isu Makar, Upaya Mengaburkan Pokok Permasalahan

Konferensi Pers GNPF MUI resmi lakukan Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. (pojoksatu.id)
Konferensi Pers GNPF MUI resmi lakukan Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. (pojoksatu.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Sekjen SNH Advocacy Center, Harry Kurniawan mengecam beredarnya isu makar yang dihembuskan oleh penguasa berkenaan dengan akan diselenggarakannya aksi damai “Gelar Sajadah” pada Jum’at (2/12/2016) mendatang yang akan diikuti oleh beberapa elemen masyarakat.

Harry menduga isu (makar) tersebut sengaja dihembuskan oleh penguasa untuk memojokan semua elemen civil society yang bergerak menuntut keadilan.

Ia khawatir situasi ini akan menjadi pembenaran politis agar penguasa dengan segala instrumennya bisa bertindak represif, bahkan tangan besi terhadap rakyat.

“memang para peserta aksi memiliki kekuatan dan pasukan, cerdas sedikitlah kalau melemparkan isu,” sergah Harry.

Lebih lanjut Harry mengatakan Tentara Nasional Indonesia memiliki intelegen yang canggih dan berada di bawah kekuasaan Presiden.

“Sampai saat ini tidak ada pernyataan TNI yang mengatakan adanya dugaan makar, malah kepolisian yang melontarkan isu itu, aneh sekali” katanya lagi.

Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk fokus pada substansi permintaan para peserta aksi, yakni ditangkapnya penista agama, sebagaimana penista-penista sebelum-sebelumnya

“Jangan malah mengaburkan masalah, semakin terlihat keberpihakan aparat penegak hukum bila seperti ini sikapnya” ujarnya. (HK/SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pertemuan Tim 7 GNPF MUI Dengan Presiden RI Joko Widodo

Figure
Organization