Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Terkait Kunjungan Saksi Ahli dari Mesir, MUI Surati Grand Syaikh Al Azhar

Terkait Kunjungan Saksi Ahli dari Mesir, MUI Surati Grand Syaikh Al Azhar

surat-mui-ke-al-azhardakwatuna.com – Jakarta.  Ramai diberitakan tentang kunjungan Syaikh Mustafa Amr Wardani dari dari Kantor Pusat Darul Ifta Republik Arab Mesir yang akan menjadi saksi ahli kasus penistaan Alquran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan di kalangan bangsa Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang moderat dan saling mengjormati.

Menyikapi hal tersebut, MUI secara resmi melayangkan surat kepada Grand Syaikh Al Azhar dan Mufti Republik Arab Mesir, Prof Dr. Ahmad Thayyib.

Dalam surat yang diterima redaksi tersebut, MUI menilai kunjungan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari politik campur tangan urusan dalam negeri Negara lain.

Berikut isi surat lengkap MUI tersebut:

 

Kepada Yang Mulia

Prof Dr. Ahmad Thayyib
Grand Syaikh alAzhar dan Mufti Republik Arab Mesir.

Di Cairo

 

Assalaamualaikum wr wb.

Kami berharap semoga surat ini sampai kepada anda dan anda dalam keadaan sehat yang sempurna dan Mesir mendapatkan kemajuan, kebesaran dan kemakmuran baik bangsa maupun negera.

Merujuk kepada berita berita yang beredar tentang kunjungan Syaikh Mustafa Amr Wardani dari Kantor Pusat Darul Ifta Republik Arab Mesir, negara sahabat Indonesia sebagai saksi ahli terhadap kasus penodaan dan pengejekan ayat 51 surah al-Maidah yang dilakukan oleh gub Jakarta ketika berpidato di depan khalayak ramai, kami menyampaikan beberapa hal sbb:

  1. Bahawa kunjungan ini menimbulkan kehebohan yang besar di kalangan bangsa Indonesia yang beragama Islam, Karena hal ini bisa menimbulkan pertengkaran dan perpecahan dan membangkitkan fitnah demi fitnah yang kuat dan keributan di kalangan para ulama, pemikir, pejabat dan para politisi dan pemimpin agama dari bermacam-macam organisasi dan perkumpulan di kalangan bangsa Indonesia yang terkenal posisinya sebagai moderat dan saling menghormati.
  2. Kunjungan ini dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan politik campurtangan urusan dalam negeri negara lainyang mempunyai kehormatan yang sah dan legal untuk mengurus dirinya sendiri.
  3. Kunjungan ini merupakan tindakan yang tidak menganggap hak dan otoritas MUI sebagai lembaga yang punya hak secara legal untuk mengeluarkan fatwa dan sikap keagamaan bagi bangsa Indonesia, yaitu majlis yang anda dihormati ketika berkunjung bulan Pebruari 2016. Yaitu Majlis yang menjadi mengemban pelayanan kepada bangsa Indonesia yang terdiri dari 70 Organisasi Islam.
  4. Kunjungan ini telah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu dari dalam dan luar untuk menggangu hubungan bilateral kenegaraan antara kedua negara baik secara bangsa maupun negara.

Karena itu kami meminta untuk melihat permasalahan ini dengan teliti dan penuh perhatian dan menggunakan segala kemampuan anda untuk membuat langkah yang cepat untuk menjaga Islam dan kaum muslimin di keduan negara dan kami ingatkan dengan sangat Karena bisa membangkitkan robeknya ukhuwwah Islamiyah dan menanamkan berbagai fitnah.

Kantor Pusat MUI,

Ttd

Dr Ma’ruf Amin (Ketua Umum)                                                                             Dr. Anwar abbas (Sekretaris Umum)

(SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization