Home / Berita / Daerah / Baru Kali Ini Warga Tolak Kampanye Cagub

Baru Kali Ini Warga Tolak Kampanye Cagub

Pilkada DKI Jakarta
Warga Menolak Kedatangan Pertahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Penolakan warga terhadap kampanye pejawat Basuki Tjahja Purnama (Ahok) membuat Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno prihatin.  Pasalnya penolakan pada saat kampanye baru kali ini terjadi.

“Ini baru kejadian sekarang. 2007 enggak ada, di 2012 juga enggak terjadi walaupun isunya kencang sekali,” ujar Sumarno di Jakarta, Sabtu (12/11/2016), dikutip dari republika.co.id.

Menanggapi hal tersebut, maka titik-titik penolakan harus diantisipasi. Menurutnya, ketika masuk masa kampanye, aksi penolakan terhadap calon tertentu tidak boleh terjadi. Ini karena setiap calon berhak berikan kampanye kecuali tempat yang dilarang untuk kampanye.

“Bawaslu sudah punya tempat titik rawan, kami akan terus koordinasi memastikan kalau calon aman kampanye. Harapan saya juga pengamanan jangan berlebihan dengan banyak pengamanan. Memang tidak ada berapa banyak pengamanan. Namun dengan pengamanan ketat malah tidak mendekatkan pasangan calon ke pendukungnya.

Penolakan terhadap Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang telah terjadi di berbagai wilayah, seperti kampanya di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, ‎Jakarta Barat, terpaksa dibatalkan. Puluhan warga yang menolak kedatangan Ahok terus bertambah sehingga tim kampanye cagub petahana membatalkan kampanye di lokasi itu.

“Tolak Ahok….Tolak Ahok, kami tak sudi kampung kami dimasuki kafir,” tutur pendemo di lokasi, Kamis (10/11/2016) seperti dilansir okezonecom

Sebelumnya, sejumlah orang yang mengatas namakan Forum Warga Lenteng Agung melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sedang blusukan ke sejumlah daerah di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Penolakan tersebut terjadi ketika Ahok keluar dari kawasan Kelurahan Srengseng Sawah, tepatnya di pertigaan Jalan Gardu. Melihat aksi tersebut, Ahok langsung bergegas menuju ke mobilnya yang diparkir tidak jauh dari lokasi tersebut tanpa menanggapi sepatah katapun.

“Kampung kami kampung religius, Jagakarsa beragama. Intinya warga Jagakarsa itu menolak kampungnya diinjak oleh penista Alquran,” ungkap Syuhada Al Aqso di lokasi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (31/10/2016).

Shuhada melanjutkan, seluruh kunjungan yang dilakukan Ahok di kawasan Kelurahan Srengseng Sawah itu tanpa sepengetahuan dan seizin warga. Dia menyebutkan sudah ada tim yang diutus untuk mengkondisikan masyarakat untuk menyambut kehadiran Ahok. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sssttt… Ternyata Prajurit Zionis Takut Baku Tembak Lawan Warga Palestina

Figure
Organization