Topic
Home / Narasi Islam / Ekonomi / Mengenal Praktik Auditor Syariah

Mengenal Praktik Auditor Syariah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (cikalnews.com)
Ilustrasi. (cikalnews.com)

dakwatuna.com – Seorang yang mengontrol mengawasi memeriksa suatu laporan keuangan sering disebut auditor, berbagai macam yang seorang auditor lakukan agar bisa menyajikan atau mengungkapkan suatu kewajaran bagi suatu lembaga keuangan yang diperiksanya. Seiring berkembangnya zaman, lembaga keuangan terbagi menjadi dua yaitu lembaga keuangan konvensional dan lembaga keuangan syariah, begitu juga dengan auditor.

Peneliti (ghani, 2015) yang membahas tentang praktik audit syariah di perbankan syariah Malaysia. Yang ingin mengetahui mengkaji lebih dalam tentang audit di Malaysia,  Sebelum membahas tentang audit adanya baiknya kita mengetahui nama bank syariah yang pertama kali didirikan di Malaysia? Lalu bagaimana praktik audit syariah? Kenapa Pemerintahan Kerangka Syari’ah (SGF) wajib membentuk struktur fungsi audit syariah?

Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) didirikan sebagai bank Islam pertama di Malaysia pada tahun 1983. bank syariah dituntut oleh Pemerintahan Kerangka Syari’ah (SGF) untuk menetapkan fungsi audit syariah untuk memberikan jaminan untuk kepatuhan syariah dalam operasi perbankan syariah. Saat ini, Bank Negara Malaysia (BNM) belum menetapkan dan menegakkan kerangka Audit syariah sebagai pedoman standar untuk semua bank di Malaysia.

Setiap bank mungkin telah melatih Audit syariah menggunakan pedoman audit sendiri atau model kerangka audit internal konvensional. Tantangan lain mungkin timbul dalam hal pengumpulan bukti audit, melakukan program audit syariah sistematis dan memproduksi independen audit internal Syariah. Integritas auditor syariah internal juga dapat dipertanyakan oleh pemangku kepentingan jika mereka tidak independen dalam mengekspresikan pendapat mereka terhadap syariat kegiatan compliant di bank.

Tapi ada sesuatu yang berbeda di Malaysia, tidak harus bank syariah yang menerapkan syariah, bank konvensional juga bisa membuka cabang bank syariah, atau bank konvensional sendiri membuat aturan yang syariah. mereka perlahan-perlahan telah membentuk aturan syariah karena mereka tau riba itu sangat dirugikan lebih baik saling bagi hasil.

Di Malaysia audit syariah mempunyai tiga level, yang pertama audit laporan keuangan LKS, kedua, pemenuhan audit pada organisasi, individu dan sistem , ketiga, pemerintahan sharia compliance. Dari tiga level di atas memilki tujuan yaitu untuk mengisi gap atau hak antara keinginan dan praktek nyata audit syariah di Malaysia (otman, 2016)

Lalu apakah level itu sudah terpenuhi? apa hanya sebatas pengungkapan? Ternyata di sisi lain audit syariah sudah mempunyai tantangan atau targetnya adalah mereka yang sudah terlibat dalam proses audit untuk bank, professional dan eksekutif yang terlibat di akuntansi dan audit.

Adapun peran atau praktek yang sering terjadi dan tanggung jawab seorang auditor adalah:

  1. Ketaatan aturan dan standar yang berasal dari kerangka syariah yang mengatur transaksi ekonomi
  2. Memantau dan menjamin bahwa dana yang ditunjukkan untuk kegiatan konvensional tidak di campur dengan mereka yang diperuntukkan untuk kegiatan islami
  3. Menyelidiki proses uji kelayakan untuk restrukturisasi pinjaman bank, pemulihan, mekanisme, dan solusi sengketa tanpa prasangka
  4. Melaporkan sejauh mana entitas berpegang pada konsep ihsan diatas operasi utama
  5. Tanggung jawab yang paling penting adalah untuk melaporkan bahwa zakat telah dihitung dengan benar dan dibayar ke zakat publik

Proses audit syariah ketika terjadi di bank syariah adalah:

Input – Proses – Output

Maksud dari di atas adalah menjelaskan cara kerja auditor di suatu Bank Syariah atau LKS, adapun pengertiannya adalah:

  1. Input

Memasukan orang-orang yang berkompetensi, maksudnya adalah harus memasukkan seorang audit yang mengerti tentang cara-cara perilaku seorang audit dan mengetahui masalah yang ada di bank tersebut.

  1. Proses

Meliputi perencanaan seorang auditor review, dokumentasi audit dan penyampaian laporan audit. Dapat dijelaskan bahwa seorang auditor syariah yang telah merekap hasil auditnya maka seorang auditor dapat menyimpulkan suatu masalah atau dapat menjelaskan suatu opini.

  1. Output

Yang berkeinginan berhasil dan sukses jika audit mencapai pelaksanaan maqashid syariah dan kepuasan para stakeholder LKS. Hampir setiap bank menginginkan suatu kesuksesan dan tanpa masalah atau menginginkan opini yang wajar bagi auditor (aji, 2016)

Banyak cara yang dilakukan auditor untuk melakukan praktek-praktek yang sesuai syariah. seperti pelatihan auditor, cara-cara tanggung jawab dalam menyimpulkan sesuatu, bagaimana cara proses audit ketika di lapangan dan banyak yang lainnya.

Sumber:

Ghani, nur laili ab & abdul rahim abdul Rahman.2015.An Analysis of Shari’ah Audit Practices in Islamic Banks in Malaysia

Otman, radial dan rashid ameer.2016.konseptualisasi tugas dan peran auditor dam lembaga keuangan syariah

Aji, nor aishah mohd dkk.2016.kompetensi auditor syariah di malaysia isu dan tantangan

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Muamalat (STEI SEBI), semester VII, depok. Asal daerah Gayo LUES.

Lihat Juga

Fintech Bagi Muslim

Figure
Organization