Home / Berita / Rilis Pers / Pernyataan Sikap Forum Komunikasi Pelajar dan Masyarakat Indonesia di Turki

Pernyataan Sikap Forum Komunikasi Pelajar dan Masyarakat Indonesia di Turki

Ahok
Dalam pertemuan dengan masyarakat Kepulauan Seribu pada Rabu (28/9) itu, Ahok menyatakan bahwa masyarakat bisa jadi tidak memilih dirinya karena “dibohongin oleh surat Al Maidah 51 macem macem itu” (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Bismillahirrohmanirrahim

Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang isinya kami anggap tidak layak diucapkan oleh pemimpin di ibukota negara Indonesia, karena pernyataan tersebut isinya penistaan terhadap al Quran, Islam dan ulama, yang telah meresahkan masyarakat.

Berdasarkan hasil musyawarah bersama FORUM KOMUNIKASI PELAJAR DAN MASYARAKAT INDONESIA DI TURKI pada tanggal 2-3 November 2016 terkait tindakan penistaan tersebut, maka dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendukung dan mengawal fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 11 Oktober 2016 yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Jenderal DR. KH Ma’ruf Amin dan DR. KH Anwar Abbas MM.
  2. Persoalan penistaan al Quran sekaligus Islam dan ulama yang telah dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan hanya persoalan umat Islam di Jakarta saja, tetapi merupakan persoalan seluruh umat Islam di dunia.
  3. Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 adalah tidak layak dilontarkan seorang Gubernur yang memimpin ibukota negara Indonesia dan merupakan bentuk penghinaan terhadap Al Quran, ulama dan umat Islam di dunia khususnya di Indonesia.
  4. Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat menodai toleransi antar umat beragama yang dijunjung tinggi di Indonesia dan merupakan bentuk penistaan terhadap agama menurut ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
  5. Memperhatikan butir ke 1 s.d. 4 pernyataan kami di atas, kami menuntut kepada aparat penegak hukum Republik Indonesia untuk segera melakukan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang telah melakukan penistaan terhadap ajaran agama İslam.
  6. Meminta aparat penegak hukum untuk lebih proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Demikian pernyataan ini kami buat, semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridhaNya dan melindungi segenap umat Islam di manapun berada.

Turki, 3 November  2016

1. Ari Julianto
Ketua LKSMIT (Lembaga Kajian Masyarakat Indonesia di Turki)

2. Agustian Zarkani
Ketua MMII (Masyarakat Muslim Indonesia Izmir)

3. dr. Febriani Amboina
Ketua KIS (Keluarga Indonesia Sakarya)

4. Zahfan Asadallah
Ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Sakarya

5. Edi Miranto
Ketua MMIK (Masyarakat Muslim Indonesia Korucuk)

6. Serap Santosa
Ketua Majelis Taklim Turkindo, Izmir

7. Yuni
Ketua MMIE (Masyarakat Muslim Indonesia Esenyurt)

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

[Video] Menlu Turki Kejutkan Warga Sudan

Figure
Organization