Topic
Home / Berita / Silaturahim / 1000 Kaki Palsu, Harapan untuk Bisa Kembali Berdaya

1000 Kaki Palsu, Harapan untuk Bisa Kembali Berdaya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Penerima Manfaat Program 1000 Kaki Palsu IZI. (Azwar/Putri/IZI)
Penerima Manfaat Program 1000 Kaki Palsu IZI. (Azwar/Putri/IZI)

dakwatuna.com – Surabaya.  Suharti, 51 tahun adalah salah satu penerima manfaat yang datang ke kantor IZI Jatim. Nenek ini datang bersama cucunya. Ia masuk daftar nomor urut 8 untuk pengukuran kaki palsu.

Dia sebenarnya orang yang sangat ceria. Hanya saja semenjak ia kehilangan kaki, keceriaan itu berkurang. Bahkan diakuinya, keceriaan itu sempat hilang.

Ia menderita penyakit gula atau diabetes mellitus. Penyakit itu awalnya membuat ia kehilangan tiga jari kaki. Namun karena kurangnya perawatan, ia harus kehilangan kaki di bawah mata kaki.

Ia menitikkan air mata saat menceritakan kejadian saat anak tertuanya meyakinkan untuk mengamputasi. Dia tidak terima dengan keadaanya, ia belum ridho sepenuhnya.

Meski ia mengaku kini bisa lebih merelakan, tapi sangat jelas tergambar di wajahnya betapa sulitnya merelakan kondisi yang sudah terjadi pada dirinya.

Ia mengaku dulu sebelum diamputasi ia berjualan makanan berkeliling kantor di sekitar tempat tinggalnya. Mengingat masa lalu itu, senyumnya terkembang. Betapa bahagianya masa-masa itu.

“Yang menjadikan bahagia itu bukan karena uangnya Mas.” Ujarnya. “Yang membahagiakan adalah saat bertemu orang lain, kemudian saling bertukar cerita. Itulah bagi saya yang membahagiakan.”

“Anak saya sekarang ini sudah mencar-mencar (tersebar). Ada yang di Maluku ada yang di Madiun. Saya tidak ingin memaksa mereka tinggal dan merawat saya. Biarlah mereka mengejar impiannya.” Jelas Suhartini.

“Kini masih ada cucu saya ini, ini dari anak yang pertama. Ibunya sekarang mencoba peruntungan untuk jadi PNS di Ambon.” Lanjutnya.

Setelah diamputasi, ia bertahan hidup bersama sang suami dan cucu dengan berjualan bensin eceran dan LPG 3 kilogram. Sang suami bekerja sebagai kuli bangunan.

Sebuah pelajaran bagi kita semua tentang pengorbanan seorang ibu. Bahwa keberhasilan anak menjadi harga mati. Semua dilakukan agar anaknya tidak menderita sebagaimana dirinya.

Rabu (1/11/2016), 10 orang penerima manfaat datang ke kantor IZI Jatim untuk mengukur kaki mereka. 10 orang ini didapatkan dari 34 pendaftar yang kemudian diseleksi dan direkomendasikan.

Program 1000 kaki palsu digalang oleh Inisiatif Zakat Indonesia agar mereka yang difabel kembali bisa berdaya. Dan itu jugalah yang menjadi salah satu kriteria penting penerima kaki palsu, kemungkinan kembali berdaya setelah dibantu kaki palsu.

Tidak hanya di Jawa Timur, program ini juga berlangsung di 13 kantor Pusat dan Perwakilan IZI di Indonesia. Sementara ini jumlah kaki palsu yang didistribusikan baru mencapai 100 buah. Namun prosesnya tetap berlanjut, sehingga masih mungkin jumlah penerima manfaat akan bertambah.

“Yang menerima bantuan ini memang kami seleksi. Karena dananya memang berasal dari dana zakat. Dan peruntukannya sudah ditetapkan hanya untuk delapan golongan. Selain itu, kemampuan lembaga dalam menghimpun dana juga masih terbatas. Maka kami mohon maaf bila belum bisa membantu dalam jumlah besar.” Ungkap Suripta, Kepala Perwakilan IZI Jawa Timur dalam sambutannya sebelum pengukuran berjalan.

“Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar orang yang mendonasikan zakat, infak dan sedekah melalui IZI makin mendapat keberkahan.” Lanjutnya menutup sambutan. (Azwar/Putri/IZI/SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Kemudahan Donasi Zakat Lewat Situs Bookingberkahramadhan.com

Figure
Organization