Topic
Home / Narasi Islam / Ekonomi / Ekonomi Syariah di Zaman Sekarang

Ekonomi Syariah di Zaman Sekarang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Dalam perputaran zaman yang selalu berkembang dan maju seperti sekarang ini. Banyak kasus dan perihal yang dapat kita diskusikan untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat lebih bermanfaat bagi suatu golongan ataupun terlebih pada kesejahteraan umat.

Ketika mendengar kata “Ekonomi Syariah” apakah yang ada di pikiran kalian? Suatu sistem ekonomi berbasis Islam kah? Atau hanya penghalusan kata layaknya sistem ekonomi konvensional yang dibubuhi dengan kata Islam dan di bungkus dengan penampilan para teller bank yang berpakaian syar’i, bersikap ramah dan sopan di setiap transaksinya?.

Dari www.pengertianpakar.com yang saya kutip, Ekonomi Syariah adalah sistem ekonomi yang bersumber dari wahyu yang transendental (alquran dan hadist) dan sumber interpretasi dari wahyu yang disebut dengan ijtihad.

Mengenal lebih jauh tentang ekonomi syariah yang sedang ramai di bicarakan khalayak, Bila kita perhatikan Undang-undang Peradilan Agama No. 7 Tahun 1989, maka dapat diketahui bahwa ruang lingkup ekonomi syariah meliputi: Bank syariah, asuransi syariah, lembaga keuangan mikro syariah, reasuransi syariah, obligasi syariah, surat berjangka menengah syariah, reksadana syariah, sekuritas syariah, pegadaian syariah, pembiayaan syariah, dana pensiun lembaga keuangan syariah dan bisnis syariah.

Ekonomi bersistem syariah ini mengapa di gandrung-gandrung kan akan berkembang pesat di masa depan? Karena memang sistem nya yang memberikan kepuasan lebih bagi para penggunanya. Memberikan lebih banyak kemaslahatan dan kesejahteraan.

Berikut adalah manfaat sistem ekonomi syariah bagi umat:

  1. Manfaat ekonomi syariah atau manfaat ekonomi Islam yaitu mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah (menyeluruh), sehingga islamnya tidak lagi parsial. Apabila ada seorang muslim yang masih bergelut dan mengamalkan ekonomi konvensional yang mengandung unsur riba, berarti islamnya belum kaffah (menyeluruh), sebab ajaran ekonomi syariah diabaikannya.
  2. Manfaat ekonomi syariah atau manfaat ekonomi Islam yaitu menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah atau ekonomi Islam melalui bank syariah, asuransi-asuransi syariah, pegadaian syariah, reksadana syariah akan mendapatkan keuntungan di dunia dan di akhirat. Keuntungan di dunia berupa keuntungan bagi hasil dan keuntungan akhirat adalah terbebasnya dari unsur riba. Selain itu, seorang muslim yang mengamalkan ekonomi syariah atau ekonomi Islam akan mendapatkan pahala karena telah mengamalkan ajaran Islam dan meninggalkan aktivitas riba.
  3. Manfaat ekonomi syariah atau manfaat ekonomi Islam yaitu praktik ekonomi syariah berdasarkan Islam bernilai ibadah, hal ini bernilai ibadah karena telah mengamalkan syariat Allah SWT.
  4. Manfaat ekonomi syariah atau manfaat ekonomi Islam yaitu mengamalkan ekonomi syariah melalui bank syariah, asuransi syariah dan juga BMT, berarti mendukung lembaga ekonomi umat Islam itu sendiri.
  5. Manfaat ekonomi syariah atau manfaat ekonomi Islam yaitu mengamalkan ekonomi syariah atau ekonomi Islam dengan membuka tabungan, deposito atau pun menjadi nasabah asuransi syariah, secara otomatis akan mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat Islam itu sendiri untuk mengembangkan usaha-usaha kaum muslim.
  6. Manfaat ekonomi syariah atau manfaat ekonomi Islam yaitu mengamalkan ekonomi syariah atau ekonomi Islam berarti mendukung gerakan amar ma’ruf nahi mungkar, oleh karena dana yang terkumpul tersebut hanya boleh dimanfaatkan untuk usaha-usaha atau proyek-proyek halal. Bank syariah tidak akan mau membiayai usaha-usaha haram, seperti usaha pabrik minuman keras, usaha narkoba dan narkotika, usaha perjudian, hotel yang digunakan untuk kemaksiatan atau tempat hiburan yang bernuansa mungkar seperti diskotik dan sebagainya

(Sumber: Mardani, 2011. Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia. Penerbit PT Refika Aditama: Bandung)

Jika masih ada yang beranggapan ekonomi Islam adalah suatu sistem keuangan yang terlalu menjorok pada keislaman dan hanya dapat dinikmati para muslim saja. Itu tidak benar. Karena sudah banyak bukti nyata negara-negara di bagian Barat yang menerapkan Ekonomi Islam dalam pelaksanaan perekonomian di negara nya. Sudah banyak bank-bank konvensional yang diganti sistem nya menjadi syariah karena memang sudah terbukti akan kelebih baikan nya. Banyak pula para non muslim di Indonesia yang sudah mempercayakan tabungan keuangannya di bank-bank syariah. Dan menurut seorang wanita pengusaha sukses non muslim yang sempat di wawancarai tentang mengapa sangat percaya dengan bank syariah sebagai tempat dimana beliau menitipkan uangnya, Beliau menjawab “Tidak ada yang perlu saya khawatirkan jika saya menitipkan uang saya pada bank syariah tersebut. Saya sudah menjalankan transaksi saya selama 7 tahun dan tidak pernah ada masalah pun yang saya temui. Para teller nya ramah dan sopan. Mereka menghargai saya sebagai non muslim tapi tidak membuat saya canggung. Mereka memperlakukan saya seperti yang lainnya. Dan itu membuat saya sangat nyaman”

Sudah banyak sekali kelebihan dari ekonomi syariah yang kita temui dalam aksi nyata di kehidupan kita ini. Islam itu sempurna. Mengatur segala aspek dengan menyeluruh. Rahmatan Lil Alamin. Berguna bagi siapa saja di seluruh muka bumi ini.

Tidak hayal, jika 10 tahun 15 tahun lagi bank-bank syariah akan menghabiskan bank-bank konvensional. Menggantikan sistem yang lama dengan yang lebih baik. Memberikan kemaslahatan lebih bagi umat. Maka dari itu, Akan lebih baiknya kita sebagai muslim menjalankan kehidupan kita dengan meng-implikasi-kan Islam dalam setiap apa yang kita lakukan. Karena Allah tidak pernah salah, Dia sudah mengatur baik sedemikian rupa dan tidak akan pernah memperburuk keadaan suatu umatnya. (dakwatuna.com/hdn)

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi STEI SEBI, menulis adalah salah satu kegemarannya, selain dengan spidol kesayangannya menbuat suatu hand lattering.

Lihat Juga

Seminar Nasional Kemasjidan, Masjid di Era Milenial

Figure
Organization