Home / Narasi Islam / Sosial / Reaktualisasi Pengamalan Sila Pertama Pancasila dalam Kehidupan Sosial

Reaktualisasi Pengamalan Sila Pertama Pancasila dalam Kehidupan Sosial

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

pancasiladakwatuna.com Dewasa ini umat Islam di dunia khususnya di Indonesia mengalami krisis moral atau dekadensi moral yang sangat nyata, ini sangat terlihat dari maraknya aksi kejahatan dan perilaku amoral yang terjadi di masyarakat muda muslim.

Hal ini yang dikhawatirkan oleh kita, semua kasus-kasus yang terjadi bukan hanya tawuran, seks bebas, narkoba, dll, tapi juga menurunnya minat pemuda dalam mengkaji ilmu agama oleh sebab itu pemuda kita banyak yang sudah menjauh dari ajaran Islam.

Kita ambil hal yang paling kecilnya saja bahwa umat Islam sekarang lebih bersikap individualis atau mementingkan dirinya sendiri. Saat ini semakin jarang terlihat adanya gotong-royong dan musyawarah di masyarakat. Hal ini adalah akibat dari modernitas yang mengagungkan sikap apatis dan individualisme di antara sesama Muslim.

Masyarakat Muslim muda yang secara sosiologis berada di Indonesia seharusnya memiliki budaya ketimuran dan menjunjung tinggi nilai–nilai Pancasila terutama sila pertama tentang ketuhanan. Pemuda Muslim seharusnya bangga dengan ajaran Islam yang dimilikinya. Serta mampu menerima perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan aturan dan ketentuan Islam.

Anak muda zaman sekarang sangat mudah sekali terbawa pergaulan, selalu ikut-ikutan trend luar negeri yang sama sekali tidak bermanfaat baginya seperti paham sekularisme, liberalisme, bahkan atheisme dan hal ini memang sangat membahayakan umat Muslim itu sendiri. Paham-paham itulah yang menyebabkan umat Islam mulai menjauh dari ajaran agamanya dan menganggap agama itu tidak penting, hanya bersifat ritual saja.

Secara sosiologis umat Islam Indonesia sudah jauh dari nilai tenggang rasa, toleransi, dan rasa kebersamaan dalam memecahkan masalah secara musyawarah mufakat. Hari ini memang perlu adanya reaktualisasi pengamalan sila pertama Pancasila dalam kehidupan sosial, maksud penyegaran di sini bukan untuk mengubah nilai Pancasila. Namun bagaimana penerapan nilai luhur yang terkandung dalam sila pertama Pancasila.

Hal ini perlu dilakukan karena dekadensi moral Indonesia sudah semakin parah terutama rasa kebanggaan dan nasionalismenya dalam bidang sosiologis atau kemasyarakatan yang harus diubah atau disegarkan, contoh kecil bahwa rasa sosiologis harus terus ada dalam diri masyarakat muda yang mayoritas adalah seorang Muslim.

Indonesia yang menganut nilai–nilai Pancasila terutama sila ke-3 yaitu: tentang persatuan Indonesia dan sila ke-4: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sudah sangat jelas sekali bahwa nilai sosiologis dalam Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia terutama oleh umat Islam yang wajib mencintai negaranya karena cinta pada tanah air adalah sebagian dari iman.

Oleh sebab itu di masa globalisasi ini memang tidak sama seperti ketika bangsa Indonesia ini dibentuk tahun 1945, pada saat itu rasa nasionalisme dan nilai sosiologisnya masih sangat tinggi. Setelah 71 tahun bangsa ini merdeka hingga hari ini nilai itu semakin luntur. Dan oleh sebab itu reaktualisasi sosiologis di Indonesia sangatlah dibutuhkan untuk menyaring westernisasi yang gencar memasuki Indonesia. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Iqbal Abdul Muqsith
Sedang menempuh pendidikan sarjana di UIN Jakarta jurusan Sosiologi, mengisi waktunya dengan membaca dan menulis artikel.

Lihat Juga

Karena Bingkai Kita Adalah Media Sosial