Home / Narasi Islam / Politik / Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah

Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Adanya beberapa Pejabat pada zaman al-Mu’tadhid Billah dari kalangan non-Muslim memang benar adanya dalam sejarah.

Indikasinya adalah pada saat itu memang bagian dari strategi luar biasa komunitas non-Muslim yang ingin menguasai kekhalifahan pada saat itu. Mereka sudah merencanakan penguasaan jabatan oleh non-Muslim dalam komunitas Muslim.

Adapun jabatan-jabatan strategis yang berhasil dikuasai non-Muslim di antaranya:

  1. Pimpinan Militer
  2. Amir Yusuf sebagai Gubernur al-Anbar.
  3. Sekretaris negara pada masa al-Mu’taqif
  4. Dan posisi-posisi penting lainya.

Puncaknya kemudian adalah hampir semua lembaga-lembaga kekhalifahan dikuasai oleh non-Muslim dan hal itu mempengaruhi keadaan komunitas Muslim. Ironisnya, Kaum Muslimin saat itu tidak ada yang sadar, tidak yang menolak sehingga kekuatan non-Muslim terus merajalela. Bahkan banyak di antara keluarga kerajaan yang kemudian menikah dengan non-Muslim, maka jadilah kekuatan non-Muslim sebagai bagian dari kerajaan.

Seorang penyair Mesir yang bernama Al-Hasan bin Khaqan menggambarkan kondisi kekhalifahan saat itu dalam bait syairnya:

يهود هذا الزمان قد بلغوا
غاية أمالهم وقد ملكوا

العز فيهم والمال عندهم
ومنهم المستشار والملك

 

Artinya:
Kaum Yahudi saat itu sudah menggapai apa yang mereka cita-citakan.
Itulah cita-cita mereka dan mereka berhasil mewujudkannya

Mereka memiliki jabatan dan mereka menguasai harta
Di antara mereka ada yang menjadi Badan Legislatif dan Eksekutif.

Hal ini menunjukkan bahwa saat itu adalah zaman kemunduran dan kegelapan Khalifah Islam. Non-Muslim memegang kekuasaan sementara komunitas Muslim tidak menyadarinya, dan tidak peduli dengan keadaan tersebut.

Tidak mustahil sejarah tersebut akan berulang, jika kita sama dengan komunitas Muslim yang tidak sadar pada zaman al-Mu’tadhid Billah. Tidak mustahil lama kelamaan tanpa disadari kita akan dipimpin dan diatur oleh pejabat-pejabat non-Muslim.

Semoga Allah melindungi Jakarta dan Indonesia. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dosen STIU Al-Hikmah

Lihat Juga

Imigran Muslim, Akankah Mengubah Wajah Barat di Masa Depan?