Home / Berita / Opini / Fokus Kerja Fokus Menang

Fokus Kerja Fokus Menang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (merdeka.com)
Ilustrasi. (merdeka.com)

dakwatuna.com – Pilkada DKI 2017 diikuti tiga pasangan calon: Anies-Sandiaga, Agus-Sylvi, dan Ahok-Djarot. Pertarungan yang cukup sengit memang. Tapi saya tetap optimis dan meyakini Anies-Sandiaga yang didukung oleh PKS dan Gerindra akan unggul dan menang. Meski mungkin prosesnya melalui pilkada dua putaran.

Di samping kekuatan doa dan ikhtiar yang terus dibangun, kubu Anies-Sandiaga tetap harus waspada. Waspada terhadap hal-hal di sekeliling yang tanpa disadari telah melakukan cara pikir dan cara kerja yang salah yang kemudian berimplikasi menggerus, menggerogoti, dan perlahan melemahkan energi keberhasilan untuk menang.

Di socmed saya mendapati aktivitas seorang kader pendukung Anies-Sandiaga yang begitu semangatnya mempromosikan gambar ajakan untuk memilih Anies-Sandiaga atau Agus-Sylvi, pokoknya asal bukan Ahok-Djarot. Propaganda ini, terus menggelinding menjadi viral. Sekilas kelihatan wajar dan biasa saja. Tapi, disadari atau tidak, sesungguhnya ini sangat-sangat melemahkan posisi Anies-Sandiaga. Mengapa?

Pertama, akan terbangun dalam alam bawah sadar pemilih muslim bahwa tersedia dua opsi cagub pilihan. Yang sama-sama baik. Yang sama-sama layak dipilih. Yang sama-sama bisa dan boleh didukung oleh seorang muslim. Yang sama-sama bersih, profesional, dan layak memimpin ibukota. Betul memang, tapi kurang tepat. Momentumnya sudah lewat. Isu cagub muslim-non muslim sudah tidak relevan untuk saat ini, dengan terpolarisasinya partai politik ke dalam tiga kubu. Akan lebih baik fokus pikir dan fokus kerja total dicurahkan untuk pemenangan Anies-Sandiaga. Karena tersedianya dua cagub muslim memberi peluang terpecahnya suara pemilih dari kalangan muslim. Sementara konstituen pemilih Ahok-Djarot dari kalangan Kristen, Syiah, kaum ‘sipilis’, dan konco-konconya cukup solid.

Kedua, propaganda pilih Anies-Sandiaga atau Agus-Sylvi justru menjadi iklan gratis yang dilakukan oleh pendukung Anies-Sandiaga terhadap lawan, dan ini berpotensi menguntungkan Agus-Sylvi (sebagai pesaing Anies-Sandiaga). Dalam konteks pertarungan pilkada, siapapun selain calon yang diusung adalah lawan. Kenapa kok justru memberikan peluang kepada massa mengambang dengan suguhan pilihan alternatif selain Anies-Sandiaga? Sementara sebaliknya, kubu Agus-Sylvi tak pernah dan tak akan pernah mempromosikan Anies-Sandiaga.

Ketiga, tanda-tanda tidak fokus pada pemenangan. Mestinya to the point saja, ajakan langsung ayo dukung Anies-Sandiaga! Titik. Yang lain abaikan. Jangan ragu. Jangan gunakan gambar atau kalimat yang membuat orang berpeluang mengalihkan pilihan kepada pasangan lain. Fokuslah pada cara pikir dan cara kerja untuk menang!

Ahli strategi perang Sun Tzu mengajarkan kekuatan fokus, Jika dapat memusatkan dan menyatukan semua kekuatan di satu tempat, sementara musuh terpencar di sepuluh tempat yang berbeda, maka kita dapat menggunakan seluruh kekuatan untuk melawan sepersepuluh pasukan.Aplikasinya dalam strategi pemenangan pilgub DKI ya dengan kita mengerahkan seluruh energi untuk fokus pada pemenangan Anies-Sandiaga. Apa yang disebut oleh Sun Tzu dalam pengertian ini sejalan dengan pengertian di sini tentang kekuatan fokus dalam pilkada ini.

Keempat, harus terbangun dalam kesadaran kubu pendukung Anies-Sandiaga bahwa, kelompok massa mengambang jika dihadapkan pada pilihan antara Anies-Sandiaga atau Agus-Sylvi, maka Agus-Sylvi lebih punya daya tarik untuk disukai, digandrungi, dan dipilih. Apalagi kaum muda perkotaan yang lebih cenderung dengan sosok cagub yang babyface, muda, ganteng lagi, serta di sebelahnya ada gambar Sylvi yang cantik.

Kelima, tanpa disadari atau tidak viral seperti itu sebagai bentuk ketidakpercayaan diri dalam mensosialisasikan Anies-Sandiaga. Satu sisi suara pemilih Ahok-Djarot solid, disisi lain ajakan seperti itu memecah suara umat.

Munculnya dua cagub muslim melawan petahana tetap masih dalam pertanyaan yang belum terjawab hingga saat ini, apakah itu betul rekayasa atau bukan. Tapi apapun jawabannya, dalam situasi sekarang ini, saya kira pendukung kubu Anies-Sandi harus mengerahkan seluruh energi dan kekuatannya untuk fokus pada kerja-kerja pemenangan pasangan Anies-Sandiaga. Fokus satu hebat, fokus dua berarti gagal fokus. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Kontributor di www.pesantrenpolitik.com, Mantan Ketua KAMMI Sumatera Barat 1998. Hobi merefleksikan berbagai peristiwa yang dialami sekitar dengan menulisnya dalam bentuk puisi dan artikel opini.

Lihat Juga

Ini Harapan Pedagang Kerak Telor Kepada Anies Baswedan