Topic
Home / Narasi Islam / Sosial / Ekspresi Dalam Berislam

Ekspresi Dalam Berislam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

im-proud-to-be-a-muslimdakwatuna.com – Mungkin tidak hal yang baru bagi kita, bahwa rantai asam amino yang merupakan penyusun dari Gene makhluk hidup yang tersusun dari rangkaian purin (adenine dan guanine) dan purimidine (Cytosine Timine) yang disintesis dari sel-sel makhluk hidup itu sendiri. Susunan-susunannya membentuk rantai dengan pasangan yang membentuk ikatan kimia antara Adenine-Thymine (A-T) dengan dua ikatan hidrogen, Guanine-Cytosine (G-C) dengan tiga ikatan hydrogen, tapi kita tidak akan membahas kenapa dan bagaimana mekanismenya, tapi bagaimana Allah kemudian mendesain sedemikian rupa sampai bagian terkecil dalam tubuh makhluk hidup yang boleh jadi kita tidak pernah memikirkan hal itu.

Sebagaimana Allah berfirman: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.”(36:36).

Kadang kala kita melihat ayat ini tidak sedemikian mendetail, dan banyak yang kita tidak ketahui sejatinya. Bagaimana kemudian kita tumbuh dan berkembang juga merupakan hasil dari rangkaian-rangkaian asam amino hasil dari kode 3 rantai purin-pirimidine. Berbeda pasangannya maka akan menghasilkan asam amino yang berbeda pula, dan dari asam amino ini akan tersusun melalui ikatan peptide dan membentuk protein. Protein ini sangat penting untuk kehidupan khsusnya menjaga stabilitas kehidupan makhluk hidup.

Kata kuncinya adalah ekspresi gene, karena dari sanalah akan menghasilkan protein, dan protein yang dihasilakan dari 20 asam amino esensial sangat urgent sekali dalam menjaga kehidupan kita. Sebagai contoh adalah perubahan satu asam amino saja pada rantai CARS protein manusia yang terjadi miss-encoded dari yang seharusnya rantainya GEPG menjadi GEPA (berbeda G dan A) salah satu miss-encoded protein yang menyebabkan penyakit epilepsi pada manusia.

Kembali lagi pada kata kunci kita ekspresi gene, boleh jadi ekspresi itu mengalami kerusakan, atau Ekspresi itu tidak bekerja, tidak menghasilakan ekspresi apa-apa (woles aja dah) sehingga ekspresinya salah, ekspresinya malah menjadi sebuah penyakit dalam tubuh itu sendiri. Namun ini hanya case kecil, karena hampir 100% gene kita akan mengekspresikan sesuai dengan fitrahnya, sesuai dengan ketetapan yang Allah tetapkan.

Lantas fenomena ini sama halnya dengan ekspresi keislaman seseorang, fitrahnya akan berada dalam ketetapan Allah (sepakat kita) akan mengkode-ekspresi kegembiraan, ekspresi kebahagiaan, bahwa “Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam,- Innaddina Indallahil Islam”. Berbahagialah orang-orang beriman, (Al-Mukminun:1).

Islam Berasal dari ‘salm’ yang berarti damai. Dalam Alqur‟an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61), Islam juga berasal dari kata ‘aslama’ yang berarti menyerah Menunjukkan makna penyerahan ini, Allah berfirman dalam Alquran: (QS. 4: 125), berasal dari kata „saliim” yang berarti bersih dan suci Allah berfirman dalam Alquran (QS. 26 : 89).

Totalitas dari keseluruhan Ekspresi Keislaman itu adalah kebahagiaan, pride, dan Cerita dan “Wa Amma Bini’mati Rabbika Fahaddits”, Adapun dengan nikmat Rabb-mu, maka ceritakanlah”. Adh-Dhuha: 11).

Fitrah Ekspresi Keislaman itu kemudian harusnya menjadi esensial dalam hidupnya manusia, sama halnya dengan ekspresi protein yang sangat esensial dalam keberlangsungan hidup. Ketika Ekspresi itu tidak muncul, atau salah ekspresi maka menjadi masalah yang harus segera diselesaikan.

Sebagai indikator yang bener, kita bisa melihat bagaimana perubahan drastis yang terjadi ketika islamnya seorang Umar bin Khattab, ekspresi yang ketika itu muncul adalah dari era sembunyi-sembunyi, sirriyatu dakwah, menjadi jahiriyah, menjadi terbuka. Ulama menganalogikan bahwa keislamannya Umar kekuatannya sebanding dengan kudeta militer saat ini. Begitulah besarnya pengaruh dan kekuatan yang diberikan Umar kedalam barisan Islam, Ekspresi Keislaman yang dihasilkan Umar ra.

Ibnu Mas’ud sering berkata: “sebelumnya, kami tak berani melakukan shalat di sisi Ka’bah hingga ‘Umar masuk Islam”.

Dari Shuhaib bin Sinan ar-Rûmiy radhiallaahu ‘anhu, dia berkata:”Ketika ‘Umar masuk Islam, barulah Islam menampakkan diri dan dakwah kepadanya dilakukan secara terang-terangan. Kami juga berani duduk-duduk secara melingkar di sekitar Baitullah, melakukan thawaf, mengimbangi perlakuan orang yang kasar kepada kami serta membalas sebagian yang diperbuatnya”.

Ada cerita unik, ketika awal-awal umar masuk Islam, salah satu ekspresi kegembiraannya itu adalah dia mencari seorang Quraisy yang lebih cepat menyampaikan berita, yaitu Jamil bin Ma’mar al-Jumahi. Pagi itu ia pergi menemui Jamil dan mengatakan kepadanya: “Anda tahu, Jamil, bahwa saya sudah menjadi Muslim dan sudah menganut agama Muhammad? “. Ia tidak membantah tetapi berdiri dan diikuti oleh Umar. Ketika sudah berada di depan pintu mesjid ia berteriak sekuat-kuatnya: “Hai Quraisy… umar murtad,. Umar murtad, ketahuilah bahwa Umar bin Khattab sudah menyimpang meninggalkan agama leluhurnya”, kemudian Umar berkata dari belakangnya: “Bohong! Tetapi saya sudah masuk Islam”, sampai kemudian Umar ra. dipukuli oleh orang quraisy bonyok, tapi tetap tersenyum kepada orang-orang yang memukulinya tadi, begitulah ekspresi kegembiraannya ketika berislam, dia ingin semua orang tau bahwa dia Islam, tabarakarrahman..

Hal yang sama juga terjadi pada Abu Żar Al-Gifari, dia berlari sekeliling mekah, sambil berteriak; “ane muslim, ane muslim” masya Allah, ekspresi saking gembirannya dia dengan keislamannya, digebukin, besok diulang lagi, digebukin, diulang lagi, lama kelamaan quraish kecapean mukilin dia terus :“Wa Amma Bini’mati Rabbika Fahaddits”, Adapun dengan nikmat Rabb-mu, maka ceritakanlah”. Adh-Dhuha: 11).

Ekspresi itu sifatnya automatically, tidak bisa ditahan, tidak bisa dihentikan, karena itu adalah fitrah-naluri yang sesungguhnya dalam diri manusia, sampai manusia itu meninggal dunialah maka berhenti ekspresi itu. Gejolak Ekspresi Islam ini muncul juga pada seorang sahabat Abdullah bin Mas’ud, fisiknya kecil, pendek, “Biarkan saya yang me­laku­kan hal itu,” kata Abdullah. “Allah pasti akan melindungiku.” Cacat fisik tidak lantas menjadi hambatan bagi Abdullah bin Mas’ud untuk berjuang gigih di samping Rasulullah SAW. Meski ukuran badan­nya tergolong pendek, kaki kecil, serta profil kurus sehingga digambarkan lak­sana burung merpati, Abdullah bin Mas’ud memiliki nyali besar. Awal masuk islamnya saja sudah mengajak Rasulullah saw tawuran, saking tidak bisanya dia menahan gejolak, dan ekspresi kebaikan itu,. Tabakarrahman..

Kaki kecil sahabatnya itu kelak oleh Rasulullah SAW dinilai lebih berat di­banding Gunung Uhud, di samping Allah SWT. Tak lama setelah masuk Islam se­bagai orang keenam, ia langsung me­nerima anjuran para sahabat untuk mem­bacakan ayat-ayat Alquran di depan para tokoh Quraisy yang ber­kumpul di depan Ka’bah. “Agar mereka sadar dan tidak lagi memusuhi kaum muslimin se­telah mendengar kalam Ilahi,” demikian salah satu alasan­nya. “Biarkan saya yang me­laku­kan hal itu,” kata Abdullah. “Allah pasti akan melindungiku.” Maka Abdullah pun menuju Ka’bah, dan di depan orang-orang Quraisy, termasuk Abu Jahal, yang tengah berkumpul ia membaca bas­malah dilanjutkan dengan ayat 1 sampai 6 surah Ar-Rahman.

“Siapa yang berani membaca kalimat seperti itu?” teriak para tokoh Quraisy sambil menoleh ke arah asal suara. Setelah mengetahui si pembaca, me­reka pun berteriak, ”Berani benar kamu melakukan hal itu di depan kami. Besar juga nyalimu walau badanmu kecil.” Setelah itu mereka mengepung Ab­dullah dan beramai-ramai memukulinya babak belur sampai ia menghentikan bacaannya.

Ketika sebagian orang-orang dengan begitu semangatnya mengekspresikan ke-islamannya, maka sungguh menjadi sebuah tanda tanya ketika sebagian lainnya masih malu-malu dengan islamnya, mungkin lebih dari malu, bahkan ada menjadi penyakit dalam Islam, salah Ekspresi yang kemudian menjadi Musuh Islam, mengganggap syariat islam ini tidak baik, sehingga membentuk yang baru boleh jadi ke-nusantaraan, boleh jadi diperlonggar sesuai yang dia inginkan, atau bahkan ingin menciptakan tatanan islam yang baru, atau apalah yang intinya ekspresi itu menjadi penyakit dalam tubuh islam, apakah syarat “rasa gembiranya” sudah putus,? Na’udzubillah.

Siapa yang tidak mengenal Ust. Felix yang begitu giat, begitu semangatnya menebarkan islam, berapa banyak orang islam yang kemudian mendapatkan hidayah dari Allah swt melalui beliau. Siapa yang tidak mengenal Ust. Bangun Samudera yang awalnya pastor, bahkan lulusan dari universitas fatikan, pakar kitab yang kini menjadi seorang ustad, yang tidak hanya meng-islamkan dirinya, tetapi juga keluarganya masuk kedalam islam.. tabarakarrahman..

Menjadi sebuah renungan dan melakukan proof-reading (istilah auto-repair) dalam system ekspresi gene manusia, untuk kita merenungi kembali ekspresi apa kemudian telah kita lakukan dengan berislamnya kita, ekspresi benar atau salah, atau jangan-jangan tidak ada ekspresi apa-apa (woles aja).

Hmm.. begitulah, silahkan berekspresi dalam berislam,. Sebagai penutup,.”Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. (Al-Hajj : 77). Benerin lagi diri kita, benerin keluarga kita, benerin tetangga kita, benerin masyarakat kita, benerin ummat, benerin semua-semuanya, dengan langkah awal benerin diri, perbaiki ekspresi, agar kembali pada tatanan yang sesungguhnya menjadi esenssial bagi Islam. Bismillah,,. semoga Allah izinkan kita menjadi orang-orang penguat dan penting dalam Islam. Wallahu’alam.

Referensi:

  • Terjemahan Alqur’an Cordova, 2007
  • Article in Neurology · October 2014 , Gábor Zsurka, University Bonn, Germany
  • Biografi Ibn Mas’ud dalam Al-Ishabah: Ibn Hajar Asqalani no.4945
  • Umar bin Khattab, oleh Muhammad Husain, 2002

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Gubernur Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan, Wilayah Utara Dua. Mahasiswa S2 di National Central University, Taiwan.

Lihat Juga

Anggota DPR AS: Trump Picu Kebencian pada Islam di Amerika

Figure
Organization