Topic
Home / Berita / Nasional / Ini Waktu Terlarang Melempar Jumroh Bagi Jamaah Haji Indonesia

Ini Waktu Terlarang Melempar Jumroh Bagi Jamaah Haji Indonesia

Proses Melempar Jumrah bagi Jamaah Haji (republika.co.id)
Proses Melempar Jumrah bagi Jamaah Haji (republika.co.id)

dakwatuna.com – Makkah.  Pemerintah Arab Saudi melalui Muassaah telah mengeluarkan jam larangan melontar bagi jamaah haji asal Indonesia.

Untuk itu Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengimbau seluruh anggota jamaah haji Indonesia tidak melontar jumrah pada waktu yang bukan jadwalnya. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan menyebabkan jatuhnya sanksi bagi pihak Indonesia.

“Kalau kami yang melanggar, pihak Indonesia yang kena sanksi,” kata Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, saat sosialisasi persiapan Armina di Hotel Dar Hadi, Aziziah, Makkah, Ahad (4/9) malam waktu setempat atau Senin (5/9) dinihari WIB sebagai mana dilansir republika.co.id

Arsyad mengatakan jadwal lontar jumrah sudah disampaikan pada para ketua kloter. Selain itu, ada jam-jam yang terlarang bagi jamaah haji Indonesia untuk melempar jumrah.

Pada tanggal 10 Dzulhijah atau 12 September, para jamaah dilarang melontar pada pukul 06.00 sampai 10.30 Waktu Arab Saudi. Lalu pada tanggal 11 Dzulhijah atau 13 September, waktu larangan lontar jumrahnya pada pukul 14.00 sampai 18.00 Waktu Arab Saudi.

Terakhir, pada tanggal 12 Dzulhijah atau 14 September, para jamaah dilarang melontar pada pukul 10.30 sampai pukul 14.00 waktu Arab Saudi. Jadwal tersebut merupakan skenario untuk para jamaah yang mengambil nafar awal.

Sementara, jamaah yang mengambil nafar akhir tidak ada larangan ketika melempar jumrah pada hari ke-4 yakni tanggal 13 Dzulhijah atau 15 September. Lantaran kondisi jamarat sudah relatif sepi.

Sementara itu dikutip dari laman kemenag.go.id, Masa pemberangkatan jemaah haji Indonesia sudah mendekati fase akhir. Sepekan menjelang puncak haji wukuf di Arafah, Data Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) menyebutkan bahwa 151.436 jemaah sudah berada di Kota Makkah.

Tercatat ada 12 kloter yang masuk ke Makkah sepanjang hari Minggu kemarin, dengan jumlah jemaah mencapai 4.907. Mereka adalah jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang kedua dari Tanah Air menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah lalu ke Makkah.

Sementara 146.529 jemaah Indonesia sudah tiba terlebih dahulu di Makkah, termasuk sekitar 86.600 jemaah haji gelombang pertama yang datang dari Madinah setelah menjalankan ibadah Arbain di Masjid Nabawi.

Menurut Kepala Seksi Data dan Siskohat Eko Dwi Irianto, data tersebut merupakan laporan kedatangan jemaah haji Indonesia sampai dengan Minggu (04/09) pukul 17.00 waktu Arab Saudi (WAS). “Sampai dengan sore tadi, 12 kloter kembali masuk ke Makkah dari Jeddah sehingga jumlahnya menjadi 159 kloter. Selain itu, 212 kloter juga sudah masuk dari Madinah. Jadi, total ada 371 kloter jemaah Indonesia yang sudah sampai di kota ini,” terang Eko. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Doa dan Munajat untuk Keselamatan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Figure
Organization