Topic
Home / Berita / Daerah / Kritik Pemprov DKI, Fahira Minta Hentikan Klaim Hujan Tidak Membuat Jakarta Banjir

Kritik Pemprov DKI, Fahira Minta Hentikan Klaim Hujan Tidak Membuat Jakarta Banjir

Hujan yang melanda Jakarta menyebabkan Banjir di kawasan Bundaran HI, Selasa (30/8/2016). (kompas.com)
Hujan yang melanda Jakarta menyebabkan Banjir di kawasan Bundaran HI, Selasa (30/8/2016). (kompas.com)

dakwatuna.com Jakarta.  Hujan yang melanda kota Jakarta menyebabkan beberapa kawasan dilanda banjir, seperti kawasan Kemang dan Bundaran HI yang mencapai lutut orang dewasa.

Anggota DPD RI Fahira Idris meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta Pemprov DKI menjadikan banjir di dua kawasan ini sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali program penanganan banjir yang selama ini sudah dilakukan.

“Untuk itu, banjir di 2 kawasan ini sy harap dpt menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi kembali program penanganan banjir yang selama ini sudah dilakukan”, ujar Fahira lewat akun twitternya @fahiraidris, Selasa (30/8/2016)

Legislator asal Jakarta ini juga meminta agar Pemprov DKI menghentikan klaim-klaim yang menyatakan hujan tak akan membuat Jakarta banjir. Klaim-klaim seperti itu, kata dia, tidak sehat untuk menggerakkan semua elemen masyarakat bahu-membahu mengatasi persoalan ini.

“Saya minta, Pemprov DKI Jakarta hentikanlah klaim-klaim yg menyatakan bahwa hujan tidak akan m’buat Jakarta banjir” Lanjut Fahira.


Masih menurut Fahira, penangan banjir di Jakarta tidak bisa parsial tapi harus secara komprehensif dengan dan hanya fokus pada salah satu faktor saja seperti menganggap normalisasi sungai sebagai pekerjaan besar yang akan mampu menjadikan Jakarta Bebas Banjir.

“Inilah kalau normalisasi sungai sudah dianggap sebuah pekerjaan besar & diklaim mampu mjadikan Jakarta bebas banjir”

Menurutnya beberapa faktor yang menyebabkan banjir menjadi langganan di Ibu Kota ini adalah alih fungsi daerah resapan menjadi pusat-pusat  komersil, alih fungsi hutan bakau di pesisir Jakarta menjadi perumahan mewah, laju penurunan tanah di Jakarta yang semakin cepat hingga buruknya sistem serta manajemen pengelolaan dan pemantauan saluran air di ibu kota ditambah lagi dengan rendahnya kesadaran warga untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu yang lalu pernah mengklaim bahwa setelah 5 kali dilanda hujan lebat Jakarta tidak banjir.

“Semalam, hujan besar enggak semalam? Ada genangan enggak di Jakarta? Hampir enggak ada genangan. Karena hampir semua saluran sudah kita bobok-bobok. Kamu lihat saja, kita sudah empat sampai lima kali hujan. Semalam adalah kelima kali hujan besar,” kata Ahok di Gedung DPRD Jakarta, dikutip dari kompas.com.

Bahkan kalaupun hujan melanda Jakarta tiga hari berturut-turut pasti akan cepat surut.

“Saya kira banjir tidak akan lama. Kalau hujan tiga hari berturut-turut sekalipun, begitu dia berhenti, saya jamin surut. Kecuali pompanya disabotase atau ada bendungan yang jebol. Sekarang kamu lihat saja,” jelas Ahok.

Namun pada kenyataannya, hujan yang melanda Jakarta selama kurang lebih dua jam beberapa hari yang lalu telah membuat beberapa wilayah terendam banjir. Salah satunya adalah kawasan Bundaran HI yang selalu menjadi langganan kala hujan deras tiba.

“Bundaran HI banjir sedengkul orang dewasa,” Ujar Herlin salah satu warga yang melintas di kawasan itu, Selasa (30/8) dikutip dari republika.co.id

TMC Polda Metrojaya mencatat genangan air setinggi 30 cm dari Tosari arah Bundaran HI terjadi mulai dari pukul 13.32 WIB hingga sore hari. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization