Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Amal

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Amal

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Sebuah hadits mengatakan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya”. Apapun posisi yang sedang kita raih dan kita pegang serta kita kuasai di dunia ini maka tidak lepas dari adanya laporan pertanggung jawaban (LPJ). Laporan pertanggungjawaban bisa berupa catatan tertulis dan lisan. Bisa pula berupa soft file (tayangan) dan hard file atau print out (foto copy).

Laporan pertanggung jawaban sebuah jabatan di dunia ini bisa diatur dengan membuat seperti apa yang kita inginkan, entah itu dengan bentuk memanipulasi data sekalipun. Tetapi tidak demikian dengan hari kemudian kelak (akhirat). Setiap diri kita akan ada LPJ dari hasil kinerja yang sudah kita lakukan. Bedanya, kalau LPJ di dunia sangat bisa kita buat dengan kehendak diri kita sehingga sangat mungkin bisa kita siasati pelaporannya.

Di akhirat LPJ tidak bisa kita atur pelaporannya. Di sana kita hanya tinggal terima beres. Sebab sudah ada yang menyusun LPJ kita. LPJ kita sangat lengkap dan rapi, mulai dari perkara yang paling kecil hingga yang paling besar begitu jelas dan terang benderang. Raqib dan Atid, dua nama malaikat itulah yang menjadi penulis telaten setiap perbuatan dan polah tingkah prilaku dan perbuatan kita.

Seperti halnya LPJ di dunia ini, kelak di sana bentuk pelaporan manusia juga berupa soft file dan hard file, soft file tentang prilaku kita akan ditayangkan kembali secara lengkap dan utuh, seperti halnya kita melihat tayangan video di dunia ini, rekam jejak kita semenjak kita dilahirkan sampai kemudian meninggal semuanya dihadirkan secara rinci dan cermat. Demikian pula LPJ yang berbentuk hard file, yaitu catatan amal perbuatan kita yang berbentuk tertulis, begitu tertata dari tahap demi tahap fase hidup yang sudah kita lalui. Jika laporan kita dipenuhi dengan kebaikan, maka kita akan menerima kembali LPJ kita dari arah kanan dan dengan ucapan salamun ‘alaik (selamat atasmu), namun jika laporan kita dipenuhi dengan kejelekan, maka kita akan menerima kembali LPJ kita dari arah kiri, bahkan jika LPJ kita terlalu buruk, maka selain di berikan dari arah kiri, bisa-bisa LPJ kita di kembalikan dengan cara dilempar diiringi dengan ucapan waylun lak (kecelakaan bagimu), Na’udzu billah min dzalik.

I’mal ma syi’ta, perbuatlah apa yang kamu inginkan. Lakukanlah sepuasnya apa yang kita inginkan dan kita impikan. Namun, jangan lupa bahwa, tsumma latus alunna yawmaidzin ‘anin na’iim, kelak sungguh akan benar-benar ditanyakan pada hari ini (akhirat) segala nikmat yang telah Allah anugrahkan kepada kita (QS. At Takatsur : 8). Kelak akan kita rasakan balasan atas apa yang sudah kita kerjakan. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

S1 Kulliyah Dakwah Islamiah, Tripoli-Libya. Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (Lc) (2009-2010). S2 IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jurusan Dirasat Islamiah Konsentrasi Pemikiran Islam (M.Fil.I) (2011-2012). Anggota Kordinator Depertemen Pendidikan dan Dakwah Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI), Tripoli-Libya (2007-2008). Koor Lembaga Dakwah PCI NU Tripoli-Libya (2007-2009). Staf Pengajar Fak. Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Kendal Ngawi. Penyuluh Agama Islam Honorer dilingkungan KUA Ngariboyo-Magetan. Lembaga Rumah Tahfidz “Lentera Al-Qur’an Ma’arif” Mojopurno, Magetan. Keahlian: Tahfidz al-Qur’an dan Bahasa Arab.

Lihat Juga

Gandeng PKPU Human Initiative, WAVE-Gelombang Hijrah Gelar Kegiatan Amal dan Kajian Keislaman