Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Belajar Dari Proses Kelahiran Isa Putra Maryam

Belajar Dari Proses Kelahiran Isa Putra Maryam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (fizgraphic.com)
Ilustrasi. (fizgraphic.com)

dakwatuna.com – Islam telah menceritakan proses kelahiran Nabi Isa di dalam surah maryam. Di mulai ketika Maryam didatangi malaikat Jibril untuk menyampaikan kepadanya bahwa dia akan memiliki anak hingga ketidakpercayaan Maryam akan kabar tersebut dan proses kelahiran Nabi Isa, semuanya dijelaskan di awal-awal surah maryam dari ayat 16 sampai ayat 26.

Kisah yang sangat menakjubkan dan juga penuh dengan hikmah serta tanda kebesaran Allah. Maka pada tulisan ini mari kita renungkan dan mengambil sedikit ibroh atau pelajaran dari sepenggal kejadian yang terdapat pada kisah tersebut.

Dan kisahkanlah di dalam Kitab (Al-Qur’an) tentang Maryam, ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Rasa sakit hendak melahirkan membawanya pada pohon kurma, ia berkata: “Oh, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tak berarti dan dilupakan.” Kemudian Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyang-goyangkanlah pelepah pohon kurma itu ke arahmu niscaya akan gugur buah-buah kurma yang telah masak itu kepadamu. Maka makanlah dan minumlah, dan senangkanlah hatimu. Jika kamu melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar kepada Yang Maha Pengasih untuk berpuasa, maka aku takkan berbicara kepada seseorang pun pada hari ini.”

(Qur’an Surah Maryam Ayat 16-26)

Pada peristiwa kelahiran Isa putra Maryam, banyak pelajaran yang bisa kita ambil tentang proses sebuah kelahiran (persalinan) dari kacamata kesehatan.

  1. Perempuan yang akan melahirkan membutuhkan tempat yang tenang.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَاناً قَصِيّاً

“ Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.“ (QS. Maryam : 22)

Allah memerintahkan Maryam untuk menjauh dari keluarga menuju tempat di sebelah timur. Selain agar orang tidak mempertanyakan kehamilan Maryam tanpa suami, Maryam pun butuh tempat yang tenang. Melahirkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks, perlu kesiapan mental dan semangat yang besar, ketenangan dan keyakinan yang kuat untuk dapat melahirkan bayi secara alami. Di sinilah tempat dan suasana yang tenang berperan besar membantu mempermudah proses kelahiran.

  1. Perempuan yang akan melahirkan butuh kalimat sugesti yang bisa menenangkan hatinya.

Hal ini agar proses persalinan yang ia jalani menjadi mudah. Pada saat-saat melahirkan, Maryam merasa sedih karena mempunyai anak tapi tidak ada bapaknya. Maryam sangat terpukul dengan kejadian ini, sehingga dia berangan-angan untuk mati saja daripada menanggung rasa malu yang amat sangat. Dalam kesedihan dan kegalauan, Allah melalui malaikat Jibril as. memberi kalimat sugesti untuk menenangkan kegundahan Maryam dengan kalimat : “janganlah kamu bersedih”, “makanlah dan minumlah”, dan “senangkan hatimu”. Kesedihan sebagaimana kita tahu bisa menyebabkan fisik seseorang menjadi lemah dan kesehatannya menurun.

Mengapa ketika sedang mengalami proses persalinan seorang ibu harus tenang? Karena seseorang yang merasa tenang, maka pikiran dan hatinya akan tenang dan ini menyebabkan lancarnya aliran darah dan menyebabkan tubuh dan fisiknya menjadi kuat. Rasa Nyeri saat persalinan biasanya disebabkan oleh ketakutan dan pemikiran yang bermacam-macam saat persalinan. Namun, dengan adanya sugesti kalimat-kalimat positif, maka rasa nyeri (sakit) tersebut dapat dikurangi.

Jika Anda khawatir atau takut selama persalinan, tubuh Anda akan dibanjiri adrenalin (hormon stres). Adrenalin mengurangi aliran darah ke rahim dan sistem pencernaan. Sebaliknya, darah mengalir lebih mudah menuju otot-otot besar di tungkai. Akibatnya, otot-otot rahim bekerja kurang baik karena kekurangan darah dan oksigen. Hal ini dapat membuat proses persalinan menjadi lebih susah dan lebih lama. Pasokan oksigen untuk bayi yang ada di dalam rahim juga bisa berkurang.

  1. Mengalihkan fokus rasa sakit kepada hal lain.

Sebagai seorang perempuan yang akan melahirkan anak secara normal, Maryam merasakan rasa sakit yang luar biasa. Namun, di saat mengalami sakit yang memuncak, Allah malah memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pohon kurma untuk mendapatka kurma matang yang berguna buat kekuatannya. Pohon kurma bukanlah pohon yang kecil. Ia tinggi dan kokoh. Dan Maryam, dalam keadaan lemah dan sakit karena ingin melahirkan (bahkan ia berkeinginan untuk mati), disuruh Jibril (atas perintah Allah) untuk menggoyangkan pohon tersebut agar buahnya berguguran. Tindakan tersebut merupakan bentuk pengalih perhatian agar Maryam tidak fokus pada nyerinya persalinan, melainkan melakukan kegiatan yang membuat pikiran bisa tenang, sehingga secara otomatis tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang bermanfaat mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakit.

  1. Perempuan yang akan melahirkan harus tetap aktif bergerak.

Maryam diperintahkan Allah melalui Jibril menggoyang pohon kurma. Selain merupakan anjuran untuk berusaha walau di saat rasa sakit dan kesulitan mendera. Perempuan yang akan melahirkan perlu tetap bergerak .

Saat kontraksi belum memuncak, dan menurut medis ibu masih memiliki waktu sebelum melahirkan, manfaatkan waktu ini dengan berjalan-jalan kecil (bergerak-gerak kecil). Hal ini dapat membantu ibu mempercepat dan memperlancar proses persalinan. Kenapa demikian? Dengan aktif bergerak maupun berjalan-jalan akan memicu janin terdorong masuk ke jalan lahir dengan posisi tepat atau optimal fetal positioning (OFP). Posisi yang tepat ini adalah posisi wajah janin menghadap ke arah bokong saat kepalanya sudah berada di jalan lahir. Dengan kepala janin yang berdiameter rata-rata 9,5 cm masuk ke dalam jalan lahir yang berdiameter sekitar 11,5 cm secara benar, hal inilah yang membuat proses persalinan akan menjadi mudah, lancar, dan cepat. Bahkan, disarankan untuk seminggu atau 2 minggu sebelum hari persalinan yang telah ditentukan, membiasakan melakukan gerakan jongkok berdiri secara teratur setiap hari.

  1. Makan dan minum yang bergizi.

Makan dan minum yang bergizi merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendasar di dalam mempertahankan kesehatan kita, apalagi buat seorang ibu yang akan melahirkan. Oleh karenanya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Maryam yang masih dalam keadaan lemah karena melahirkan untuk segera makan dan minum yang bergizi. Makanan yang sangat bergizi adalah kurma, dan minuman yang sangat bermanfaat adalah air yang bersih dan jernih yang berasal dari sumber air dalam tanah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

“Makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah : “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (QS. Maryam : 26)

Buah kurma memiliki sejumlah manfaat baik untuk ibu yang sedang hamil maupun ibu yang sedang menjalani masa menyusui. Kurma mengandung beberapa jenis nutrisi ibu hamil. Manfaat kurma bagi wanita dalam masa hamil, melahirkan dan menyusui adalah sebagai berikut :

Pertama, buah kurma dapat mengecilkan rahim. Di dalam buah kurma terdapat zat semacam hormon yang disebut potuchsin yang memiliki khasiat untuk mengecilkan pembuluh-pembuluh darah pada rahim. Zat ini kemudian yang membuat rahim mengecil usai melahirkan. Selain itu, zat ini juga dapat mencegah pendarahan pasca persalinan khususnya persalinan normal. Manfaat yang kedua dari buah kurma adalah dapat memperlancar produksi ASI.

Kandungan zat besi dan kalsium pada buah kurma akan sangat berperan besar dalam hal kuantitas dan kualitas ASI. Tak heran bila banyak orang tua yang menyarankan menantu atau puterinya yang baru melahirkan untuk mengkonsumsi banyak makanan yang kaya akan zat besi dan kalsium seperti buah kurma.

Adapun manfaat buah kurma lainnya adalah dapat memulihkan tenaga seusai proses persalinan. Satu butir buah kurma diperkirakan mengandung 1,8% hingga 2% protein, 2 sampai 4 % serat, dan 50-57 % zat glukosa. Kandungan beberapa zat ini, menurut penelitian, dapat mengembalikan tenaga yang sempat hilang dan menurun pada saat proses persalinan. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Tentang

Ibu rumah tangga dengan empat orang anak. Lulusan Fakultas Sastra UI.

Lihat Juga

Sepanjang Januari 2016, 14.871 Anak Lahir di Jalur Gaza