Home / Berita / Daerah / Pemkot Padang Enggan Buka Pintu untuk Alfamart dan Indomaret, Ini Alasannya

Pemkot Padang Enggan Buka Pintu untuk Alfamart dan Indomaret, Ini Alasannya

Pemkot Padang masih enggan membuka pintu bagi waralaba seperti, Alfamart dan Indomaret. (tribunnews.com)
Pemkot Padang masih enggan membuka pintu bagi waralaba seperti, Alfamart dan Indomaret. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Padang.  Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berujar, alasan tertutupnya pintu bagi kedua minimarket itu berkaitan dengan ekonomi daerah tersebut. “Kita lihat mereka, kan uang daerah investasi bersama. Kedua produk-produknya berasal dari luar Kota Padang, jadi barang kita mau di ke manakan,” ujar Mahyeldi kepada republika.co.id, Senin (8/8/2016).

Namun demikian bukan berarti Pemkot Padang tidak memberikan kesempatan kepada waralaba untuk membuka gerainya di Padang. Selama waralaba tersebut dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan, maka kesempatan tersebut masih terbuka.

Salah satu syaratnya yakni, siap mengambil produk pelaku UKM dan UMKM di Kota Padang. Syarat tersebut, dikarenakan adanya 80 ribu UKM dan UMKM di Kota Padang.

Selama ini, Mahyeldi menjelaskan, Pemkot Padang mengakomodir produk UKM dan UMKM dalam lembaga atau toko berbasis koperasi. Dalam sejarahnya, menurut dia, koperasi tidak pernah terganggu krisis ekonomi serta selalu berpihak pada anggotanya.”(Usaha retail berbasis koperasi) iya. Dengan koperasi itu, kita bisa meningkatkan kesejahteraan warga, dan umkm bisa bersinergi,” ujarnya.

Mahyeldi membandingkan, konsep koperasi bakal lebih menguntungkan bagi daerah. Ia menjabarkan, uang yang dihasilkan gerai Alfamart dan Indomart akan dibawa keluar Kota Padang. Itu berarti, memiskinkan daerahnya. Seharusnya, yang harus dipikirkan, yakni bagaimana membawa uang dari pusat ke daerah.”Sehingga kantong rakyat berisi,” imbuhnya.

Mahyeldi menyebut, konsennya Pemkot Padang pada konten-konten lokal, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, ia menuturkan, apabila kedua gerai itu siap mengambil produk UKM dan UMKM setempat, Pemkot Padang bakal mempertimbangkan waralaba tersebut.

“Kita buat koperasi itu untuk meningkatkan daya saing dan tawar produk kita. Kalau dikelola koperasi bisa tembus pasar lebih luas, bisa tingkatkan kualitas produk,” ujar dia.

Sebagai gantinya, Mahyeldi siap membuat suatu program usaha retail berbasis koperasi yang menjual seluruh produk yang berasal dari kota Padang, yang diberi nama Halal Mart. Mahyeldi mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari Bapak Koperasi Indonesia, yang juga merupakan putra asli Sumatera Barat, Bapak Muhammad Hatta yang telah sukses membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi puluhan tahun lalu. Mahyeldi berharap dapat mengulang suksesnya Muhammad Hatta di masa lalu.

“Kalau kita tidak meningkatkan kualitas ekonomi dan UMKM serta bangun koperasi, bisa-bisa kita menjadi etalase di negeri kita sendiri. Oleh karena itu bagi yang belum ada koperasi, segera bangun koperasi,” kata Mahyeldi, dikutip dari halhalal.com(SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Fadly Amran: Pasar Digital Kubu Gadang Tarik Minat Kunjungan Wisatawan

Figure
Organization