Home / Berita / Silaturahim / Sekolah Gizi, Upaya PKPU dalam Mengentaskan Masalah Gizi

Sekolah Gizi, Upaya PKPU dalam Mengentaskan Masalah Gizi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Sekolah gizi PKPU di wilayah Klaster Berdaya Desa Sidamukti, Majalengka, Sabtu (6/8/2016). (Vina/kis/pkpu)
Sekolah gizi PKPU di wilayah Klaster Berdaya Desa Sidamukti, Majalengka, Sabtu (6/8/2016). (Vina/kis/pkpu)

dakwatuna.com – Bandung.  PKPU bekerjasama dengan Bank Indonesia mengadakan sekolah gizi di wilayah Klaster Berdaya Desa Sidamukti, Majalengka, Sabtu (6/8/2016). Kegiatan ini rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali. Sekolah Gizi ini merupakan salah satu kegiatan dari Village Tourism Care and Development Program.
Sekolah gizi ini dimulai dari registrasi, penyuluhan, demo masak oleh kader dilanjutkan dengan makan bersama, serta di tutup dengan pembagian PMT. PMT yang diberikan kepada balita yaitu berupa bahan untuk pembuatan bubur kacang, buah, susu, biskuit, dan telor puyuh.

Tema yang diberikan saat penyuluhan dalam sekolah gizi yaitu “Mengatasi Kesulitan Makan Pada Anak dengan Pedoman Gizi Seimbang” yang di sampaikan oleh Aufa Ulwiyatu L sebagai fasilitator program.

Materi tersebut diberikan karena mayoritas balita mengalami kesulitan makan sehingga balita mengalami penurunan berat badan. Dalam meteri ini disampaikan bagaimana cara ibu menganani anak yang mengalami kesulitan makan namun tetap memperhatiakan pedoman gizi seimbang.

“Dengan adanya program ini, saya menjadi tahu bagaimana tips menghadapi anak yang tidak suka sayur, dan adanya makan bersama ini anak menjadi mau makan karena banyak temannya” tutur ibu Eti Suhaeti salah satu ibu balita peserta sekolah gizi.

Apresiasi dan harapan kepada program ini pun di sampaikan oleh salah satu kader kepada PKPU Bandung dan Bank BI Cirebon yang sudah mengadakan program ini di desa Sidamukti, sehingga anak-anak bisa mendapat PMT dan makanan yang bergizi. Semoga program ini tidak berhenti begitu saja dan berkelanjutan” tutur ibu Yuyun salah satu kader posayandu. (Vina/kis/pkpu/SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik