Home / Berita / Nasional / Mengenal Guru Ngaji Pakar Offshore yang Kini Jadi Menteri ESDM

Mengenal Guru Ngaji Pakar Offshore yang Kini Jadi Menteri ESDM

Archandra Tahar. (learn.ifacademy.org)
Archandra Tahar. (learn.ifacademy.org)

dakwatuna.com – Jakarta. Arcandra Tahar (46) kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said. Arcandra ditunjuk saat momentum reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu 27 Juli 2016 lalu.

Arcandra merupakan ahli kilang lepas pantai atau biasa disebut offshore. Arcandra memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan offshore. Selain itu, Arcandra juga menjadi praktisi di industri tersebut usai mengembangkan keahlian khususnya di sekolah.

Arcandra juga telah bekerja diberbagai perusahaan migas baik sebagai pengembang maupun produksi seperti Spar, TLP, Compliant Tower, Buoyant Tower dan Multi Colum Floater selama 13 tahun terakhir.

Arcandra pulang ke Tanah Air setelah 20 tahun bekerja di Amerika Serikat. Arcandra mengatakan tugas sebagai menteri merupakan tanggung jawab yang berat, namun ia meyakini tugas tersebut bisa dikerjakan dengan kerja sama semua jajaran di Kementerian ESDM.

Dalam melanjutkan sisa pekerjaan pendahulunya Sudirman Said, Arcandra mengaku tak punya visi dan misi. “Presiden dalam rapat kabinet menggarisbawahi bahwa tidak ada visi dan misi Menteri. Yang ada adalah visi misi Presiden dan Wakil Presiden,” kata Archandra, ketika berpidato dalam acara serah terima posisi Menteri ESDM, di Kementerian ESDM, Rabu 27 Juli 2016, sebagaimana yang dilansir dari Tempo, Jumat (29/7/2016). Dia hanya memastikan akan bekerja sesuai dengan Nawacita.

Pria asal Padang, Sumatera Barat ini mengajak ke semua jajarannya untuk melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh Sudirman Said. Namun, Arcandra memastikan, sumber daya alam Indonesia akan dikelola dengan maksimal untuk kemakmuran rakyat.

Kementerian ESDM, lanjut Arcandra, juga harus menjamin kedualatan energi, baik dari segi pengelolaan, suplai, maupun ketersediaannya untuk masyarakat.

Pria yang menyelesaikan S2 dan S3 di Amerika itu dikenal sangat peduli atas tanah kelahirannya. “Dia lah yang berada dibalik negosiasi sehingga proyek Masella dilakukan onshore bukan offshore,” ujar teman dekat Archandra, seperti yang dilansir dari Gatra, Jumat (29/7/2016).

Berikut pengalaman pendidikan dan pekerjaan Arcandra Tahar, sebagaimana yang dilansir dari laman wikipedia, Jumat (29/7/2016):

Pendidikan:

ITB Teknik Mesin : 1989 -1994

Texas A&M University Ocean Engineering : 1996 – 1998

Texas A& M Univeristy Ocean Engineering (Doctor of Philosophy) : 1998 – 2001

Riwayat Pekerjaan:

Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center : 1997-2001

Technical Advisor Noble Denton : 2000

Peneliti Technip Offshore : 2001-2006

Hydronynamics Lead FloaTec LLC 2006-2007

Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System : 2007-2009

Principal Horton Wison Deepwater : 2009-2013

Presiden Petroneering : 2013-2016

Menteri ESDM Indonesia : 2016-sekarang

(abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Rekonsiliasi Tidak Gratis, Israel Jamin Keamanan Arab Terhadap Ancaman Iran

Figure
Organization