Topic
Home / Pemuda / Essay / Mushalla Ramah Akhwat…

Mushalla Ramah Akhwat…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Sebuah mushalla (rizakasela.wordpress.com)
Ilustrasi – Sebuah mushalla (rizakasela.wordpress.com)

dakwatuna.com – Setiap bepergian, salah satu kekhawatiran terbesar adalah sulitnya untuk berwudhu dengan tempat yang layak.

Tak jarang, di perjalanan hanya menemukan sudut mushalla kecil yang kebanyakan harus berwudhu di samping mushalla dengan pemandangan alam terbuka

Kill me!! Masa mesti wudhu di ruang terbuka? Iya sih, ilmu agama saya ga tinggi tinggi amat, dan… Saya ga perlu perlakuan khusus juga… (baper deeh)

Celingukan kanan kiri bak don juan mencari mangsa, hanya bisa pasrah. Menunggu jamaah ikhwan selesai dan rada sepi….. Bergegas menyelesaikan hajad wudhu.

Itulah…. Baru paham sekarang, betapa bergunanya menjaga wudhu, dan bonusnya…..  betapa tinggi nya derajat orang yang menjaga wudhu, lho?!? Hehehhee.. Lebay lagi….

Sarung tangan menjadi opsi berikutnya agar semakin bisa menjaga wudhu, di dunia yang sangat tidak ramah ini.

Karna saat berinteraksi dengan orang banyak, mereka belum tentu paham dengan idealisme saya (cieeee…. ) akan tidak ingin bersentuhan dengan bukan mahrom. Kadang gegara nerima kembalian dari abang abang penjual makanan… Batal lah wudhu saya…

Kalo naik commuter, udah kaya mau perang…wkwkwkk… Headphone, masker, and gloves. Iyes, pasti di ketawain. Di commuter kan juga berdesakan, haaah…. Semakin membenci diri sendiri.

Tapi, gaais,
Saya sudah terbiasa berwudhu di tempat tertutup, pun menutup ujung kaki dengan kausnya.

Bahwa Kaum hawa masih menjadi penghuni nomer sekian di dunia nyata ini, itu fakta tak terbantahkan, padahal bumi sudah beranjak tua, sudah berumur 2016 tahun kalender masehi. Anehnya emansipasi wanita belum menyentuh ranah ini.

Plis gais, bantu kami, eh salah. Bantu saya…
Mari hadirkan sudut mushallamu, ramah akhwat.

Jangan bilang, tempatnya akhwat bukan di luar, biar ga usah pusing sama tempat wudhu yang kurang memadai. Hellow…. Kalo lagi keluar sinis, istri ente juga butuh dokter obgyn akhwat kan,….. Butuh bidan akhwat kaaaan… Banyak area strategis maslahat ummat, membutuhkan kehadiran akhwat. Maka, tak kan ada lagi murrobi yang berkeliling harus membina akhwat di daerah lain… Jika ia harus di rumah. Dan ga ada cerita anggota dewan akhwat lagi.

Pernah kan? Dapet bc semacam itu…. Yang menyuruh agar akhwat kembali ke rumah saja? It’s hurt me. It’s hurt us,…. Just be wise. Simpan nasihatmu, tanpa perlu melukai yang lain. Doakan kami yang mesti berjuang di luar rumah sambil bersyukur belum mendapat keberuntungan seperti kalian yang berada di rumah. Everyone have their own battle. You never walk a mile with their shoes, or live a day in their life.

Ups, sori, jadi ngelantur lagi….
Eniwei…… Kesimpulan dari tulisan ini adalah. Iyes. Mesti preparing diri sendiri. Setelah ramai kita dengan issue masjid ramah anak, kini saatnya kita juga peduli dengan mushalla ramah akhwat. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ekstra ordinary mommy for extra ordinary kids yang senang travelling, dan gak pernah punya rencana apa apa untuk trip selanjutnya.

Lihat Juga

Pejuang Seberang

Figure
Organization