Home / Berita / Nasional / MS Kaban: Indonesia Mau Terima 10 Juta Pekerja RRC, Pribumi ke Mana?

MS Kaban: Indonesia Mau Terima 10 Juta Pekerja RRC, Pribumi ke Mana?

Pekerja Cina di Indonesia. (tribunnews.com)
Pekerja Cina di Indonesia. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  MS Kaban menanggapi rencana masuknya pekerja asal Cina ke Indonesia melalui akun Twitternya, Kamis (14/7/2016). Mantan Menteri Kehutanan tersebut berpendapat bahwa jika Indonesia mau terima 10 juta pekerja Cina, maka pribumi ke mana?

Melalui akun Twitternya, MS Kaban menyebut Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan untuk Cina, tapi untuk rakyat Indonesia.

MS Kaban mengatakan, Indonesia pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Namun, pribumi berhasil merebut kemerdekaan. Sayangnya, ketika Indonesia sudah merdeka, justru pribumi yang tersisih. Karena itu, MS Kaban mengajak semua pihak untuk kembali merebut bumi pertiwi.

“Indonesia merdeka pribumi kuat.Pribumi lemah Indonesia terjajah . Indonesia tidak pernah ada tanpa pribumi. Yg merasa pribumi bangkit,” tambah MS Kaban.

Dikatakan MS Kaban, kata rasis, intoleransi hingga dianggap melanggar HAM saat mengungkap menyebut Cina hanya tameng kaum penjajah untuk melemahkan pribumi Indonésia.

Hal senada juga disampaikan Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra melalui akun twitternya @ Yusrilihza_Mhd.

Yusril menyoroti pemberian bebas visa oleh Pemerintah Indonesia kepada negara-negara yang tergolong miskin dan cenderung meninggalkan negaranya karena alasan politik dan ekonomi dengan alasan untuk meningkatkan arus wisatawan.

Salah satu yang juga disoroti oleh Yusril adalah masuknya pekerja Cina secara besar-besaran sebagaibagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kepada Cina.

“Kesalahan kita yang lain juga menyetujui masuknya pekerja China sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kepada China” tulis Yusril.

“Syarat seperti itu harusnya ditolak karena  Indonesia akan dibanjiri pekerja China yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri” jelas Yusril.

Masih menurut Yusril, Eksodus besar-besaran tersebut akan sangat sulit untuk dikontrol dan akan menimbulkan persoalan baru.

“Kedatangan pekerja asing yang begitu besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi dan keamanan dalam negeri” papar Yusril.

Yusril meminta Pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut demi kepentingan rakyat.

“Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita”

“Kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kita sendiri adalah di atas segala kepentingan yang lain”. pinta Yusril. (SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pernyataan Sikap Pemuda PUI: Ahok Pengancam NKRI, Tegakan Hukum!