Topic
Home / Berita / Nasional / Anak Anda Mendapat Vaksin Palsu, Perlukah Imunisasi Ulang? Berikut Penjelasannya

Anak Anda Mendapat Vaksin Palsu, Perlukah Imunisasi Ulang? Berikut Penjelasannya

vaksin palsu
Kemenkes akan melakukan imunisasi ulang bagi anak-anak penerima vaksin palsu. (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Terungkapnya peredaran vaksin palsu membuat orang tua sangat resah dan mengkhawatirkan dampak bagi balita mereka yang jelas-jelas memperoleh vaksin palsu tersebut.

Kementerian Kesehatan menjamin imunisasi ulang bagi anak-anak yang mendapat vaksin palsu. Namun imunisasi ulang tidak sembarangan dilakukan, ada beberapa pertimbangan dan penilaian yang akan dilakukan sebelumnya.

Salah satu pertimbangan yang dilakukan untuk menentukan perlu tidaknya imunisasi ulang adalah cakupan imunisasi. Dalam satu wilayah dengan cakupan imunisasi tinggi, seorang anak akan mendapat kekebalan alami terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Imunisasi itu, kalau sudah mencakup 85 persen kita harapkan mereka sudah terimunisasi secara environment,” jelas Menteri Kesehatan, Prof Dr Nila F Moeloek usai mengikuti senam bersama karyawan di kantornya, Jumat (15/7/2016) sebagaimana dilansir detikcom

“Ini bisa dinilai dari antibodi dan sebagainya. Teknis sekali kalau dijelaskan,” lanjut Menkes Nila.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr HM Subuh, MPPM menyebut kekebalan semacam ini sebagai self immunity. Kekebalan ini didapat di lingkungan dengan cakupan imunisasi atau Universal Child Immunization (UCI) tinggi.

“Anak-anak yang berada di wilayah dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yang tinggi, yakni UCI lebih dari 90 persen terlindungi self immunity,” kata dr Subuh.

Tentunya, masih ada banyak pertimbangan lain untuk menentukan perlu tidaknya imunisasi ulang dilakukan pada seorang anak. Pemberian imunisasi ulang juga akan mengikuti pedoman dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

“Kasus ini menjadi bukti bahwa imunisasi itu penting karena benar mampu melindungi, tidak hanya pribadi sang buah hati, namun juga anak-anak sekitarnya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi.

Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi ulang bagi anak-anak yang menerima vaksin palsu. Salah satu wilayah yang akan menerima imunisasi ulang tersebut adalah Ciracas, Jakarta Timur. Pasalnya, dari penelusuran satuan tugas (satgas) penanganan vaksin palsu ditemukan 197 anak penerima vaksin palsu di kawasan itu.

“Kira-kira yang menerima vaksin dari laboratorium jelas menyebutkan palsu, maka dari data tersebut kami rencanakan vaksinasi ulang, kami lakukan secara sistematis,” ujar Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Maura Linda Sitanggang di gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (12/7/2016), dikutip dari liputan6com.

Vaksinasi ulang tahap pertama itu rencananya akan dilakukan secara gratis mulai pekan depan di satu klinik di daerah Ciracas. Sementara, imunisasi ulang berikutnya baru dilaksanakan setelah ada hasil penyelidikan dan pendataan lanjutan. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sabyan Kampanye Pembangunan Klinik THT di Palestina

Figure
Organization