Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pemuda Investasi Bangsa

Pemuda Investasi Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki kekayaan alam dan budaya yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan dan potensi lokal yang dimiliki pada kenyataannya belum dikelola dengan maksimal oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri. Akibatnya banyak kebutuhan-kebutuhan baik itu kebutuhan terhadap sumber daya alam (SDA) maupun kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang seharusnya mampu disuplai oleh negara sendiri terpaksa diimpor dari negara lain. Selain itu budaya yang ada di Indonesia sangat beragam, belum lagi adanya kebudayaan-kebudayaan baru akibat dari akulturasi dan asimilasi di era globalisasi sekarang yang semakin berkembang.

Budaya-budaya sedemikian cepat dan mudah saling bertukar tempat dan saling memengaruhi satu-sama lain, termasuk budaya hidup barat yang liberal dan bebas merasuki budaya ketimuran yang lebih cenderung teratur dan terpelihara oleh nilai-nilai agama. Dampak negatifnya ialah perubahan yang cenderung mengarah pada krisis moral dan akhlak, sehingga menimbulkan permasalahan yang kompleks terhadap negeri ini. Seperti dapat dicontohkan dari hal kecil yaitu anak-anak sekolah yang membolos pada jam pelajaran sampai korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dipraktikan oleh pejabat-pejabat negara yang tidak bertanggung jawab.

Pelajar saat ini seperti kehilangan arah dan tujuan. Mereka seakan terjebak pada lingkaran dampak globalisasi yang lebih mengedepankan corak hedonisme dan apatisme. Generasi muda saat ini kadang juga bersifat anarkisme dalam menyuarakan kepentingan rakyat, bahkan banyak masyarakat yang menganggap generasi muda sekarang disibukkan dengan tawuran dan bentrokan. Hal tersebut tercermin dalam kejadian-kejadian demo atau unjuk rasa dalam dekade terakhir yang disertai dengan anarkisme.

Sedangkan ketika meninjau kembali makna kata “Generasi muda/pemuda” ialah individu yang apabila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis juga sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan masa kini maupun masa yang akan datang sekaligus menjadi benih-benih penerus harapan bangsa untuk menggatikan mereka yang sudah lanjut usia. Sudah sepantasnya generasi muda harus siap melanjutkan dan mengembangkan hal-hal yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya. Hal ini akan terus berevolusi sesuai dengan perputaran waktu dan perkembangan zaman, hingga hal tersebut akan berpengaruh besar dalam perkembangan sebuah bangsa.

Generasi muda di manapun senantiasa menjadi tumpuan kebangkitan sebuah bangsa. Kekokohan fisiknya dan juga semangatnya yang menggelora sangat memberikan andil dalam sebuah perubahan. (Fatah, 2008). Sejarah telah mencatat banyak prestasi-prestasi para founding fathers dalam bentuk pemikiran dan karya unggul ketika mereka masih berusia muda. Hal ini menjadi bukti bahwa pemudalah yang akan banyak menciptakan cerita baru menuju perubahan, entah itu progresif ataupun regresif.

Posisi dan peran pemuda semakin ramai dipropagandakan. Catatan-catatan prestasi gemilang yang pernah ditorehkan di masa lalu kembali dibuka, dirujuk, dan diwartakan. Banyak yang mengabarkan bahwa perubahan mendasar selalu dimulai dari reaksi dan aksi kaum muda terhadap sebuah persoalan.

Untuk mengimbangi peran pemuda yang menggelora, dibutuhkan suatu penyeimbang yakni sebagai pengikat aktivitasnya yang identik dengan rasa ingin tahu atau penasaran, sehingga senantiasa sesuai dengan koridor pengikat tersebut. Pengikat yang paling dasar ialah iman atau keimanan, benar atau salah akan sangat memengaruhi tingkah lakunya. Jika keimanannya benar maka akan mendorong perilakunya kepada hal-hal yang benar pula, dan begitupun sebaliknya.

Pengikat selanjutya ialah akhlak, sangat berperan penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berkualitas sebagai penerus estavet bangsa, untuk menentukan arah masa depan. Berhubungan dengan hal tersebut, Rasulullah SAW telah jelas mewasiatkan kepada umatnya bahwa kokohnya kehidupan bangsa tergantung kepada moral atau akhlak generasi mudanya. Apabila generasi muda berada dalam lembah kenistaan, maka kehancuran bangsa adalah konsekuensinya. Dalam hadist lain juga disebut dengan redaksi berbeda yang artiya seperti berikut;

Rasulullah bersabda, Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah. (HR. Ahmad 2/263)

Maksudnya, pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya:….dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah…. (HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031)

Hidup adalah anugrah sekaligus ujian, menjalani kehidupan adalah pilihan.
Pilihan itu tidak hanya terbatas pada dua atau tiga
Sekarang kamu sedang menjalani kehidupan
Lantas pilihan mana yang akan kita pilih?
seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah
atau
seorang pemuda yang tak layak disebut pemuda

Firman Allah swt:

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Al-Raad:11).

memahami Al-Qur’an dengan benar
mengamalkan Al-Qur’an dengan ikhlas
mengajarkan Al-Qur’an dengan penuh hikmah dan kasih sayang.

Allahu A’lam… (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ipoung Glory
Sedang menempuh pendidikan sarjana jurusan Hukum Bisnis Syariah, Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura.

Lihat Juga

Volume Investasi Asing di Turki Tahun 2018 Capai US$13,1 Miliar

Organization