Topic
Home / Pemuda / Essay / Ada Apa Dengan Hijrah?

Ada Apa Dengan Hijrah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Screenshoot Tausiyah Cinta (spesial)
Screenshoot Tausiyah Cinta (spesial)

dakwatuna.com – Hampir semua insan yang memiliki rasa cinta sedang dibuai dengan salah satu film karya Miles Production. Yaps, tidak salah lagi yaitu film Ada apa dengan cinta. Namun sayangnya, saya tidak sedang membahas kisah asmara antara cinta dan rangga yang bertahan selama 14 tahun.  Tapi, saya ingin bercerita tentang buah dari rasa cinta. Iya, c-i-n-t-a.

Ada apa dengan hijrah?

Tidak berbeda dengan cinta dan rangga, dimana mereka mempertahankan cintanya selama 14 tahun,  maka hijrah pun merupakan salah satu bukti cinta para hawa kepada pencipta-Nya.  Jika boleh saya kerucutkan kembali, berhijrah disini yaitu secara penampilan maupun akhlak. Karena bagaimanapun penampilan merupakan hal penting bagi seorang wanita. Dari penampilan pula lah terkadang menjadikan wanita pusat segala bencana.  Hingga terkadang saya harus mengangguk setuju dengan salah satu lirik lagu dari band hits asal bandung yaitu the changcuters yang mengatakan bahwa wanita adalah racun dunia. Tingkat kriminalitas di Indonesia pun semakin meningkat dan korbannya lagi-lagi adalah wanita. Sudahlah, sepertinya saya tidak perlu lagi membahas banyaknya kasus buruk yang terjadi akibat penampilan wanita. Saya yakin kalian semua sudah faham tentang ini. Meskipun tidak semua kasus tersebut bisa digeneralisir bahwa yang salah adalah penampilan wanita. Namun Dosen Filsafat FIB UI pernah mengatakan bahwa sebelum pria melakukan tindak pemerkosaan mereka akan melihat gaya rambut perempuan tersebut (perempuan berjilbab jarang diincar) dan mereka akan melihat pakaian si perempuan. Karena mereka mencari perempuan yang mudah ditanggalkan. Alangkah lebih baiknya bukan jika kita menggunakan pakaian yang menutup tubuh kita?

Seorang suami akhirnya memilih korupsi karena harga bedak, lipstik, pakaian dan wedges istrinya sangat mahal (demi penampilan bukan?)

Atau seorang wanita menjadi korban pelecehan seksual yang biasanya terjadi akibat penampilan wanita itu sendiri (?)

Oke, back to the topic. Sejatinya dari tulisan ini saya ingin mengajak kalian, teman-teman muslimah semua, untuk berhijrah mengikuti perintah Allah. Salah satunya dengan menjaga penampilan kita. Sudah jelas dipaparkan dalam QS. Al Ahzab: 59 Allah berfirman yang artinya :

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri anak mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Jilbab syar’i yang diperintahkan oleh Allah adalah tidak menerawang, tidak ketat, dan menutup dada para wanita muslimah. Kita pun pasti faham bahwa beberapa waktu lalu sempat beredar apa yang disebut jilboobs yang pada intinya yaitu penggunaan jilbab yang tidak sesuai syariat islam. Pakai jilbab tapi pakaiannya ketat, ya begitulah simpelnya.

“Eh, kamu jangan sok suci dengan menghakimi kami ya,”

“Emang kamu udah syar’i gitu penampilannya?”

“Jilbab aja yang lebar, kelakukan masih ga sesuai syar’i”

“Emangnya kamu siapa sok-sokan nyeramahin saya?”

Apa beberapa kalimat diatas yang terpikir oleh kamu saat ada teman yang ngajak kamu untuk berhijrah?

Jika jawabanmu iya, berarti kita (sempat) sependapat.

Izinkan saya sedikit bercerita.

Sedari dulu, tepatnya masih di bangku SD saya sudah menggunakan kerudung.

Namun dulu, saya masih lepas-pasang.

Dulu, menginjak SMP, saya sudah lebih rajin menggunakan kerudung.

Namun, kalo disuruh orang tua bersih-bersih atau nyapu di depan rumah biasanya saya tidak menggunakan kerudung.

Dulu, masuk SMA, saya sudah lebih istiqomah menggunakan kerudung.

Namun, saya belum menggunakan pakaian longgar dan lebar. Terkadang pergi pakai celana, kaos, dan kerudung tipis.

Dulu, saya berfikir bahwa saya harus kurus dulu, baru pakai pakaian longgar supaya saya tidak semakin terlihat gemuk (FYI : BB saya ga proporsional dan saya sering diledekin temen kelas saya).

Dulu, saya berfikir bahwa yang paling penting adalah menjaga sholat dan ibadah lainnya, dibandingkan sibuk mengurusi penampilan.

Dulu, saya lebih nyaman menjadi anak tomboy. Manjat pagar, nangkring di pohon, ala-ala cowok deh.

Dulu, saya takut dianggap aneh kalo pake pakaian longgar dan kerudung lebar.

Dulu, saya khawatir ditinggal teman-teman saya karena mayoritas mereka laki-laki jika saya berpakaian ala “akhwat”.

Dulu, saya fikir buat apa pake kerudung dan pakaian tebel? Panas-panasin aja.

Dulu, saya fikir saya harus punya mobil ber-AC dulu baru bisa “hijrah” supaya saya nyaman kalo bepergian.

Dulu, dulu, dulu dan berbagai hal dulu yang lainnya.

Semua  hal yang ada dipikiran teman-teman saat ini sama seperti apa yang saya fikirkan ketika saya hendak berhijrah. Namun sekarang, alhamdulillah Allah telah memberikan saya hidayah untuk menjadi muslimah yang lebih baik, setidaknya dari segi penampilan. Bahagia rasanya ketika semakin banyak teman yang mulai memilih hijrah. Menyimpan celana kerennya, kaos-kaos gaulnya dan kerudung-kerudung tipis yang dulu ia gunakan. Saya pun sempat berfikir bahwa ketika kita menggunakan jilbab dan pakaian yang longgar akan sulit untuk kita bergaul dan bersosialisasi dengan yang lain.  Tapi, ternyata semua hal yang dulu saya takutkan tidak terjadi.

Ada apa dengan hijrah?

Hijrah membuat saya semakin mencintai Tuhan saya, Allah SWT.

Hijrah membuat saya menjadi nyaman. Terjaga dari berbagai godaan. Pun ketika disiul para preman, entah mengapa saya merasa mereka lebih menghormati wanita dengan pakaian tertutup dibandingkan sebaliknya.

Hijrah membuat saya menyadari bahwa wanita adalah aset berharga. Yang harus terjaga dan menjaga. Terjaga penampilannya dan menjaga akhlaknya. Ini pula yang saya lihat dari teman-teman yang mulai menikmati panas di dunia untuk memenuhi perintah Tuhan dan Nabinya. Perlahan belajar menyamankan diri dengan pakaian-pakaian longgar dan tebal lalu mulai mengkaji akhlak dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengubah akhlak menjadi lebih baik memang bukan perkara mudah, tapi akan jauh lebih sulit jika kita tidak pernah mencoba untuk mengubahnya.

Hijrah membuat mereka terlihat lebih akrab dengan panduan umat islam, Al-Quran dan Hadits. Tanpa melupakan bahwa mereka makhluk sosial dengan menjaga silaturahim dengan sahabat yang lain.

Hijrah membuat mereka menjadi semakin kreatif dengan memadukan ilmu sains dan agama. Perpaduan yang manis dan luar biasa.

Dan paling penting bagi saya dan mereka, hijrah membuat kami menjadi lebih berharga.

Jangan pernah takut untuk berhijrah kawan.

Berhijrah tak akan membuatmu hilang pekerjaan.

Berhijrah tak akan membuatmu kehilangan teman.

Berhijrah tak akan membuatmu kesulitan dalam keuangan.

Namun, dengan berhijrah mungkin sebagian kamu akan memiliki mantan.

Lebih baik punya mantan kan dari pada terus-terusan pacaran?

Semoga kelak mantanmu akan menjadi pendampingmu di pelaminan.

Tanpa perlu pacaran, semoga pintu langit terbuka saat kamu menyebut namanya dalam do’a dan keikhlasan. Aamiin. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Shofi Abdillah
Pernah menjadi mahasiswi di jurusan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, namun akhirnya memilih menyelesaikan studi dan menjadi alumni. Sangat tertarik untuk bergerak di bidang sosial. Memiliki strength personality di bidang analitycal, woo, ideation, self assurance, dan adaptability. Hobi mendengarkan cerita teman-temannya atau siapapun yang ada di sekitarnya dan sering berbagi kisah di linimasa facebook "Eneng Shofiyyah Syihabuddin Abdillah" dan instagram @shofi_abdillah. Mencintai laut dan semua yang ada di sekitarnya, meskipun tidak jago berenang. Sangat suka jalan-jalan dan bercita-cita dapat mengelili Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia. Mimpi terbesarnya yaitu menjadi istri dan ibu yang dicintai suami dan anak-anaknya.

Lihat Juga

Hijrah Perbaikan Diri

Figure
Organization