Home / Berita / Opini / Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (eventreport.it)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (eventreport.it)

dakwatuna.com –  Ada yang komen; “Gaza tidak butuh bantuan logistik. Gaza butuh senjata. Percuma diberi makan, lalu kemudian diserang ISrael dan tak bisa melawan.” 

Anehnya si komentator adalah aktivis yang semangat mempersalahkan HAMAS saat perang melawan Israel. Juga giat mempengaruhi opini publik untuk mengkudeta Presiden Mursi.

Menurut Prof. DR. Zarqah, warga Palestina. Gaza bukan hanya diisolasi Israel. Tapi dibiarkan hancur oleh otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abbas.

Gaza bagi Abbas, adalah penjara terbuka. Abbas menghukum HAMAS yang dianggapnya sebagai pengganggu kekuasaannya.

Gaza tidak diberikan dana sumbangan dunia via Abbas. Gaza sama sekali tidak diperhatikan, walau sekedar pemenuhan kehidupan dasar.

PBB memprediksi. Gaza di tahun 2020, mengalami puncak krisis air bersih. Belum problem pengangguran, listrik, dan lain sebagainya.

Kini. Ketika Turki, melalui Erdogan bangkit membantu GAza sebagai syarat hubungan diplomatik dengan Israel. Justru yang meradang adalah MAhmud Abbas.

Turki sudah siap membangun penyulingan air laut senilai 300 juta dollar AS. Turki pula yang membangun listrik terapung di perairan Gaza.

Erdogan menegaskan; “Rakyat Turki dan pemerintahnya, bekerja keras melindungi hak-hak bangsa Palestina di Gaza dan Tepi Barat.Kami pun tidak akan pernah melupakan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.”

Bantuan Turki kemarin, sama dengan bantuan negara Arab selama 1 tahun. Bantuan yang seharusnya bisa lebih banyak lagi, jika saja perbatasan Rafah Mesir dibuka.

Tapi kita paham. Siapa penguasa Mesir saat ini. Mereka adalah mafia Israel yang siap menjual gurun Sinai kepada Israel. Sementara kalangan Muslim, sibuk bersaing rebutan mikrofon masjid. (nandang/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir.

Lihat Juga

Rusia Kirim Sistem Rudal S-300 ke Suriah, Israel Kecewa