Home / Narasi Islam / Sosial / Inspirasi Idul Fitri

Inspirasi Idul Fitri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Selamat Idul Fitri, Taqabbalallahu minna waminkum. (wallpaperhd.pk / modifikasi: dakwatuna.com)
Ilustrasi – Selamat Idul Fitri, Taqabbalallahu minna waminkum. (wallpaperhd.pk / modifikasi: dakwatuna.com)

dakwatuna.com – Perlahan namun pasti, bulan Ramadhan yang mulia akan meninggalkan kita. Idul Fitri, hari kemenangan bagi kaum muslimin yang berpuasa datang menghampiri. Ada rasa sedih membuncah, namun ada bahagia yang terpapar usai menunaikan kewajiban sebagai orang beriman, berpuasa sebagai perintah Allah SWT. Anak-anak gembira menyambut datangnya hari Lebaran dengan ragam tingkah laku yang membuat kita haru. Pun, kita bahagia manakala semua anggota keluarga telah mampu menjalankan program-program Ramadhan yang telah dicanangkan menjelang puasa. Ragam kecerdasan  (Ramadhan intelligence) yang kita tumbuhkan kepada keluarga dan anak-anak selama sebulan penuh menjadi titik tolak kita dalam menyambut Idul Fitri yang inspiratif.

Setidaknya ada tiga inspirasi penting agar Idul Fitri atau hari Lebaran menjadi lebih bermakna bagi keluarga kita. Pertama, pembiasaan mengucapkan syukur atas nikmat yang begitu banyak selama Ramadhan sehingga kita mampu mengoptimalkan level aktivasi ibadah kita. Jenak-jenak beribadah selama berpuasa menjadi latihan terbaik bagi keluarga kita dalam menghadapi turbulensi godaan keimanan yang kian merasuk dalam semua sendi kehidupan. Sehingga rasa syukur ini menjadi manifestasi ke-tawadhu-an kita kepada sang Kholik agar senantiasa berada dalam tuntunan Ilahi. Ananda kita dapat diajarkan pula betapa syukur akan dapat menambah daya nikmat yang makin besar.

Kedua, memperbanyak istigfar dan dzikir. Setiap kali kemenangan dihadirkan pada hakikatnya itu adalah ujian bagi kita. Mampukah kita mengelola kemenangan yang diberikan itu dengan terus menambah ketaatan dan kedekatan vertikal kepada Allah SWT. Memohon ampunan dan memperbanyak zikir adalah terapi agar mabuk kemenangan tidak merasuk ke dalam hati kita. Kadang kita mampu melewati fase ujian kesulitan, namun ketika dihadirkan cobaan dalam bentuk kemenangan dan kesenangan kita sulit melaluinya. Itulah sebabnya, istigfar dan zikir menjadi pelembut hati kita agar  tetap tenang menyikapi hadirnya kemenangan.

Ketiga, menjalankan silaturahim yang meaningful. Idul Fitri, terutama di Indonesia, dapat dikatakan sebagai hari silaturahim nasional. Semua kalangan menjadikan hari Lebaran sebagai momentum untuk saling memaafkan dan berkumpul. Inilah mengapa, tradisi balik kampung (mudik) menjadi begitu fenomenal di tanah air. Tentu saja, silaturahim ini tetap harus kita bingkai dalam rangka mendekatkan diri kita kepada Allah dengan membangun hubungan harmonis dengan saudara, handai taulan, tetangga, dan keluarga besar kita. Silaturahim yang lebih bermakna (meaningful) harus menjadi agenda kita di hari Lebaran agar senantiasa bernilai ibadah.

Inspirasi Kebajikan

Bagi keluarga inti kita, hal terpenting dari Idul Fitri adalah menjaga agar nilai-nilai kecerdasan (Ramadhan intelligence) yang telah dilakukan sepanjang bulan Ramadhan tetap tersemai di hati dan laku harian. Nilai tarbiyah puasa harus selalu dihidupkan sepanjang tahun agar kita tidak dimasukkan ke dalam golongan ‘ramadhani’, hanya giat berbuat kebaikan di bulan Ramadhan an sich. Kita ingin menjadikan anak dan keluarga kita kelompok manusia ‘rabbani’ yang terus melakukan amal shalih sepanjang hayat.

Catatan ibadah yaumiyah Ramadhan yang telah ditulis rapi bisa menjadi bahan evaluasi (muhasabah) agar kita mampu memetakan kelebihan dan kekurangan amal ibadah yang dilakukan sepanjang sebulan Ramadhan ini. Pujilah anak-anak kita yang telah begitu antusias mengerjakan amal-amal Ramadhan. Beri mereka reward yang mampu membangkitkan inspirasi kebajikan besar lainnya. Pun, hargai anak-anak kita yang masih belum secara sempurna menunaikan kewajiban puasa. Sesungguhnya mereka sedang berproses dengan nilai-nilai kebajikan Ramadhan, tugas kitalah membimbing agar  dapat melakukan muhasabah secara ihtisaban.

Kebersamaan dalam menjalani ibadah Ramadhan dapat dijadikan starting point menuju keluarga impian (wonderful family) yang senantiasa menjadikan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai pilar utama membangun harmoni keluarga. Amal shalih Ramadhan akan berbekas terus manakala kebersamaan keluarga dapat terus kita pupuk dan sirami dengan nilai-nilai kebajikan Islam. Tentu saja, teladan ayah-bunda menjadi inspirator utama bagi anak-anak sehingga komitmen orang tua agar senantiasa taat dalam kebaikan akan dapat mudah ditiru anggota keluarga. Sikap asah-asih-asuh atau saling menasihati dalam hal ma’ruf menjadi hal penting dalam keluarga yang bervisi sakinah.

Kita berharap Idul Fitri tahun ini semakin memantapkan kesadaran untuk terus melakukan muhasabah atas segala kebajikan-kebajikan yang telah kita lakukan. Idul Fitri yang mampu membangun etos ibadah, kerja dan cinta hakiki secara tawazun. Membangun relasi spiritual dan sosial yang kokoh sambil terus membina keluarga dan anak-anak agar shalih dan muslih adalah misi utama Idul Fitri, yang akan terus menjadi inspirasi kebajikan bagi kita semua.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri 1437 H, mohon maaf lahir dan batin… (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...
Dosen dan Penggiat Pendidikan Islam

Lihat Juga

Ini 29 Nasihat Dr. Thariq Suwaidan Kepada Para Pemuda