Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Al-Fatihah, Kunci Pembuka

Al-Fatihah, Kunci Pembuka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (mamhtroso.com)
Ilustrasi. (mamhtroso.com)

dakwatuna.com – Hari-hari ini kita menyaksikan gema Al-Quran dilantunkan dimana-mana, terlebih di bulan Ramadhan. Beberapa stasiun televisi rutin menyiarkan program tahfizh. Kita patut bersyukur atas hal tersebut, yang membuat banyak anak bersemangat untuk menghafal Al-Quran, banyak orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk menghafal Al-Quran. Alhamdulillah.

Kita sebagai negeri dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia juga patut bersyukur. Tak terbilang berapa banyak umat muslim di negeri ini yang telah berangkat menuju tanah suci, entah itu menunaikan ibadah umrah ataupun ibadah haji. Tapi mengapa perubahan-perubahan yang diharapkan seakan bagai fatamorgana di padang pasir?

Survei yang dilakukan oleh Institut Ilmu al-Quran Indonesia menyebutkan bahwa 65 persen umat Islam Indonesia tidak bisa membaca Al-Quran. Dari sisa tersebut yang mampu membaca dengan baik dan benar hanya sekitar 20 persen. Jumlah presentasi akan semakin kecil ketika tolak ukurnya adalah, “Berapa banyak orang yang pernah khatam membaca terjemah Al-Quran, atau memahami isi Al-Quran”. Inilah kiranya benang merahnya, mengapa betapa banyak orang yang menghafal Al-Quran, betapa banyak orang yang telah berangkat haji, tapi belum membawa perubahan-perubahan positif signifikan bagi negeri. Bahwa Al-Quran bukan hanya sebagai bacaan harian, bukan ajang pamer kemerduan bacaan. Tapi bagaimana ia menjadi panduan dalam kehidupan. Bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat bahkan negara.

Di sinilah fungsi tadabbur Al-Quran. Seperti halnya Sirah Nabawiyyah yang fungsi sesungguhnya bukan hanya agar kita mengenal kisahnya, lokasi peristiwa dan kapan terjadinya. Tapi bagaimana Sirah Nabawiyyah bekerja dan terimplementasi dalam keseharian kita, serta menjadi panduan bagi kita mengarungi kehidupan.

Seluruh surat yang terdapat dalam Al-Quran adalah satu kesatuan yang saling menyempurnakan. Bahkan antara satu ayat dan ayat lainnya memiliki kaitan yang amat menakjubkan. Setiap surat memiliki kesatuan tujuan dan tema. Oleh karenanya, ketika kita memahami tujuan-tujuan surat yang terdapat dalam Al-Quran maka kita akan memahami apa yang dikehendaki Allah dalam surat-surat tersebut, dan kita akan memahami apa yang diinginkan Allah dalam Al-Quran terhadap diri kita. Meskipun kita tidak paham makna seluruh ayat atau seluruh kata dalam suatu ayat, pemahaman terhadap tujuan-tujuan global dalam surat-surat tersebut akan membantu kita dalam memahami seluruh isi Al-Quran.

Dan Al Fatihah, surat inilah yang akan jadi kunci pembuka dalam memahami tujuan-tujuan surat dan kandungan dalam Al-Quran. Memiliki nama lain Ummul Quran. Mengapa demikian?

Rasulullah mensabdakan keagungan Al-Quran dalam sebuah hadits, “Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya, tidaklah Allah menurunkan yang sebanding dengannya (Al Fatihah), baik di dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun Al Furqon. Sesungguhnya ia adalah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (As sab’ul matsanni) dan Al-Quran yang agung yang diberikan kepadaku”. (H.R Ahmad)

Bahkan Allah menerangkan kepada kita keagungan Al-Quran dalam surat Al Hijr ayat 87, ” Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung”.

Di antara mutiara yang bisa kita gali mengapa Al-Quran dimulai dengan surat Al Fatihah adalah karena cakupan isinya terhadap seluruh makna Al-Quran. Setiap makna dalam Al-Quran dapat ditemukan cakupannya dalam surat Al Fatihah. Seluruh tujuan Al-Quran terhimpun dalam tujuh ayat ini.

Pembahasan Al-Quran secara global berpusat pada 3 hal yang harus dipenuhi oleh kaum muslimin.

  1. Aqidah (Siapa yang kita imani)
    Al-Quran menyeru kepada salimul Aqidah, yakni beriman kepada Allah secara benar berdasarkan pondasi yang lurus
  2. Ibadah (Bagaimana kita beribadah kepada yang kita imani)
    Al-Quran menyeru kepada shahihul ibadah serta penegakkan syiar-syiar Islam
  3. Manhaj hidup (Manhaj yang dikehendaki oleh Allah untuk kita. Manhaj yang menyeluruh dan sempurna untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari)

Ketujuh ayat dalam surat Al Fatihah menghimpun seluruh tujuan tersebut. Tentang Aqidah kita bisa menemukan dalam ayat “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Arrahmanir rahiim“.

Tentang ibadah dalam ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in

Sedang tentang Manhaj hidup pada ayat, “Ihdinash shiratal mustaqim.”

Adapun seluruh kandungan Al-Quran setelah Al Fatihah, adakalanya menjelaskan Aqidah, Ibadah ataupun Manhaj hidup. Menariknya, Setiap surat dalam Al-Quran itu memiliki makna yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, shalat dimulai dengan membaca Al Fatihah kemudian membaca surat lainnya. Surat apapun yang dibaca setelah Al Fatihah, maknanya akan tetap tersambung dengannya.

Inilah Al Fatihah. Ia menjadi kunci untuk membuka berbagai makna dalam Al-Quran. Bahkan pembuka setiap suratnya. Oleh karena itu, jika seseorang telah memahami kandungan surat Al Fatihah, maka ia akan lebih mudah memahami kandungan surat-surat Al-Quran yang lain. Ialah kartu identitas setiap muslim dan paspor untuk memahami Al-Quran. Setelah merenungi sebagian aspeknya maka marilah kita menggunakan kunci tersebut untuk memasuki samudra keagungan makna-makna Al-Quran yang dihamparkan setelah surat pembuka ini.

Referensi : Khowatir Quraniyah; Nazharat fi ahdafi suwaril Qur’an karya Amru Khalid

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Muhammad Irawan Shobirin
Alumni Sastra Arab FIB Unpad. Founder LCA (Lingkar Calon Ayah). Mujahid Pendidikan di Kuttab Al Fatih Bandung

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization