Topic
Home / Berita / Silaturahim / IZI Bantu Perawatan Keluarga Penderita Tumor Ganas

IZI Bantu Perawatan Keluarga Penderita Tumor Ganas

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
IZI memberikan bantuan kepada penderita tumor di Kelurahan Laosu Kec. Bondoala Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, Rabu (15/6/2016)
IZI memberikan bantuan kepada penderita tumor di Kelurahan Laosu Kec. Bondoala Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, Rabu (15/6/2016)

dakwatuna.com – Konawe. IZI Perwakilan Sulawesi Tenggara berikan bantuan kepada keluarga penderita tumor ganas. Bantuan yang diberikan berupa dana tunai untuk biaya obat, pampers dewasa dan sembako.

Penerima manfaat merupakan salah satu warga di Kelurahan Laosu Kec. Bondoala Kabupaten Konawe. Ndindi (sapaan penderita tumor ganas) dikenal sebagai sosok yang baik dan pekerja keras. Sekalipun memiliki keterbatasan akibat penyakit autis yang dideritanya sejak lahir tetapi ia tetap beraktifitas layaknya orang normal pada umumnya seperti memasak, mencuci, bersih-bersih rumah dan beternak ayam.

“Gerakannya memang lambat, tetapi apa yang dikerjakannya selalu kelar. Kadang pada saat jalan tiba-tiba jatuh. Pernah juga jatuh didalam sumur saat hendak mengambil air untuk mencuci, tetapi hal itu tidak membuatnya kapok untuk melakukan aktivitas yang di sumur”, ungkap Tri tetangganya.

Keluarga Ndindi merupakan keluarga yang kondisinya serba sulit. Ayahnya tidak bisa bekerja lagi akibat menderita lumpuh pada sebahagian tubuhnya dan tidak bisa berbicara, adik laki-lakinya lumpuh akibat polio dan nenek yang biasanya merawat mereka juga tidak bisa melihat (buta) sejak lima tahun silam. Tinggal ibunya yang bekerja sabagai pencari kerang sungai yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga mereka. Itupun pendapatannya tidak menentu juga, hanya berkisar Rp 30.000,- sampai Rp 80.000,- per harinya.

“Waktu belum sakit begini (tumor ganas), Wendindi biasa membantu saya menyelesaikan pekerjaan rumah. Saya merasa berat karena harus meninggalkan mereka di rumah dalam kondisi sakit seperti ini dari pagi sampai malam untuk bekerja. Tapi kalau tidak begitu, kami mau makan apa?”, sedih Werae orangtua Ndindi

Beruntung mereka punya tetangga yang baik dan perhatian. Kadang tetangga-tetangga mereka memberikan makanan dan bantuan ala kadarnya. Tidak hanya itu, tetangga-tetangga juga datang bergantian untuk merawat Ndindi dan keluarganya saat ditinggal ibunya untuk bekerja. Biaya berobat ke rumah sakit didapatkan dari sumbangan sukarela warga sekitar. Namun biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar.

“Ndindi sekarang hanya dirawat di rumah saja. Obatnya juga sudah habis, mau beli lagi tapi ibunya sudah tidak punya uang. Mau minta ke warga lagi mungkin ibunya sudah malu. Makanya kami selaku warga di sini sangat berterima kasih kepada kepada IZI untuk bantuan yang diberikan”,  ungkap salah seorang tokoh masyarakat  yang biasa disapa Pak Hadji.

Untuk kedepannya Insya Allah IZI akan mendampingi dan memantau kesehatan Ndindi dan keluarganya setiap pekan.

“Bekerja keras untuk menafkahi keluarga itu pahalanya seperti pahala jihad di jalan Allah Bu, dan seorang muslim yang ditimpa penyakit itu pertanda kalau Allah mengampuni dosanya. Seperti kata Rasulullah Saw, tidaklah seorang muslim tertimpa sakit berupa tertusuk duri atau melebihi itu kecuali akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah Swt seperti pohon yang menggugurkan daunnya. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada keluarga dan melapangkan rezki Ibu”, bisik salah satu tim pendayagunaan kepada Ibu Werae saat hendak pamit untuk pulang. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Kemudahan Donasi Zakat Lewat Situs Bookingberkahramadhan.com

Figure
Organization