Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Amanah Yang Harus Ditunaikan

Amanah Yang Harus Ditunaikan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Sumber: http://portalintelektualjpans.blogspot.com)
Ilustrasi (Sumber: http://portalintelektualjpans.blogspot.com)

dakwatuna.com – Banyak orang saat ini yang mulai mengabaikan amanah. Padahal Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban). Dan seperti diketahui bersama orang-orang yang mengabaikan amanah ini mengaku beragama Islam dan beriman kepada Allah. Amanah bagi mereka seolah-olah menjadi sebuah alat untuk membahagiakan dirinya sendiri, tanpa pernah memikirkan orang yang telah memberikannya amanah itu. Janji yang dulu diucapkannya untuk menunaikan amanah dengan baik, begitu mudah saja dilupakannya. Masih muslimkah ia? Berimankah ia padaNya yang kelak akan meminta pertanggung jawaban atas amanahnya itu? Manusia bisa saja dibohongi, tapi Allah?

Dalam firman lain disebutkan “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58). Kali ini yang mempertegas bukan hanya Rasul, bahkan dalam Al-Qur’an pun tertulis dengan jelasnya. Benar-benar rugi orang yang tidak menunaikan amanah ini. Padahal ia telah diberi kepercayaan. Bisa saja ia berpikiran bahwa ia akan aman, meskipun ia tidak menunaikan amanah yang diberikan padanya. Jika pun orang lain mengetahui kesalahannya, ia tetap merasa nyaman, disebabkan hukum pun bisa dibeli.

Manusia memang makhluk yang paling bodoh dan zhalim, ketika ditawarkan amanah manusia dengan sombongnya siap menerima tanpa memiliki kekhawatiran. Padahal sebelumnya langit, bumi dan gunung menolak dikarenakan khawatir tidak dapat menunaikan amanah tersebut. Seperti tergambar dalam firmanNya, “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab : 72). Itu artinya langit, bumi dan gunung tahu bahwa amanah adalah sesuatu yang harus ditunaikan dan jika tidak ditunaikan amat sangat berbahaya. Tapi manusia?

Manusia yang sudah diamanahkan untuk menjadi khalifah di bumi pun lupa dan lalai atas amanahnya. Bumi yang seharusnya dirawat, dilestarikan, justru dirusak oleh tangan-tangan manusia sendiri. Ketika diamanahkan sebuah tanggung jawab, justru tanggung jawab itu digunakannya dengan semena-mena. Untuk hal-hal sepele pun, amanah begitu sulit ditunaikan. Diberi titipan uang, dengan mudahnya dikorupsi. Diberi amanah sebuah jabatan, diselewengkan. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Dalam sebuah hadits dijelaskan, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (HR. Bukhari). Inilah bahaya amanah diabaikan, kiamat akan segera terjadi. Oleh sebab itu sebelum kita bersama-sama menyumbang suara untuk menyegerakan kiamat lebih baik kita memperbaiki, perbaiki kesalahan yang sudah terjadi. Berikanlah amanah pada orang yang mampu memikulnya. Jangan sampai kita salah dalam memberikan amanah, apalagi jika kita tahu orang yang akan kita titipkan amanah itu tidak ahli dalam amanah yang akan ditunaikannya. Jika masih ada guru, berikanlah amanah untuk mendidik itu pada guru, bukan pada orang selain guru. Jika masih ada ulama, berikanlah amanah untuk berdakwah pada ulama, bukan pada orang selain ulama. Begitu pula dalam bidang-bidang lainnya, berikanlah amanah pada orang yang berkompeten. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Lahir di Sumedang, 20 Mei 1992. Tinggal di Bandung. Alumnus Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Manajemen Bisnis. Hobi menulis artikel, cerita fiksi baik dalam bentuk serial ataupun cerita pendek, puisi dan lain-lain. Merupakan salah satu tim redaksi Teen Zone tahun 2013 dan kontributor Ummi Online. Karya-karya yang dipublikasikan bisa dilihat di hiishma.tumblr.com

Lihat Juga

Wakaf Produktif Perguruan Tinggi Islam Yakesma

Figure
Organization