Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sudahkah Kita Mempersiapkan Diri?

Sudahkah Kita Mempersiapkan Diri?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (vk.com)
Ilustrasi. (vk.com)

dakwatuna.com – Umar bin Khattab RA ketika diingatkan terntang haru berbangkit dan padang mahsyar membuatnya menangis tersedu-sedu karena begitu takutnya ia terhadap peristiwa itu, padahal kita tau Umar termasuk orang-orang yang diberi kabar gembira dengan syurga, ketika ia berjalan di suatu tempat maka syaithan bahkan mencari jalan lain.

Umar bin Abdul Aziz ketika diingatkan tentang hari kiamat membuat kakinya gemetar sehingga tubuhnya terjatuh, padahal kita tau bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah yang bertakwa, amanah dan meminpin dengan penuh keadilan, di zamannya sulit menemukan orang yang berhak menerima zakat bahkan srigala dan domba menjadi akur karena berkah yang dibawa oleh seorang pemimpin yang adil dan bertakwa…

Pada hari itu lidah terkunci lalu tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh menjadi saksi atas apa yang ia lakukan di dunia,

(الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)

[Surat Yasiin : 65]

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Pada hari itu juga kita akan melihat seseorang akan berlari menjauh dari saudaranya, ayahnya, ibunya, istrinya dan anak-anaknya karena dia memiliki urusan yang membuat dia sibuk dan tidak bisa lagi memikirkan orang lain,

(يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ * وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ * وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ * لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ)

[Surat ‘Abasa : 34 – 37]

pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.

dari ibu dan bapaknya.

dari istri dan anak-anaknya.

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Itulah hari dimana kita diperlihatkannya buku catatan amalan kita selama di dunia, buku itu mencatat semuanya tanpa ada satupun yang tertinggal, di pengadilan dunia kita bisa merekayasa barang bukti namun di pengadilan akhirat kita berhadapan dengan Allah yang mengetahui lirikan mata dan apa yang tersembunyi di dalam hati dan semua yang terlintas di dalam pikiran, tidak ada lagi tempat kita menghindar, karena semua manusia akan diminta pertanggung-jawaban atas segala amalannya di dunia.

Dengan wajah seperti apakah kita menghadap Allah SWT?? Ketika kita melakukan kesalahan terhadap sesama manusia maka kita akan malu untuk bertemu dengannya, apalagi kita yang setiap hari melakukan dosa dan maksiat kepada Allah SWT, tidakkah kita malu untuk bertemu dengan-Nya??

Selagi jantung kita masih berdetak, ruh kita belum sampai ke tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat masih ada waktu bagi kita untuk bertaubat dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan pencipta kita, karena tidak ada yang abadi di dunia ini dan semua kita akan kembali dan diminta pertanggung jawaban disisi Allah SWT terhadap amalan kita di dunia.

Semoga Allah ridho terhadap semua langkah dan usaha yang kita lakukan sehingga nanti di akhirat kita termasuk ke dalam golongan hamba Allah yang wajahnya berseri dan diberi karunia melihat Allah SWT.

(وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ * إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ)

[Surat Al-Qiyamah 22 – 23]

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

Kepada Tuhannyalah mereka melihat.

اللهم اهدنا واهد بنا و اجعلنا سببا لمن اهتدىاهتدى

اللهم اجعل أعمالنا هذا صالحا و لوجهك خالصا …

و آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين…

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Mahasiswa S1 Ushuluddin Universitas Al-Azhar.~~ Alumni MA Perguruan Islam Arrisalah Padang~~Pencari Hikmah di Lautan Ilmu~~

Lihat Juga

Persiapan Menyambut Ramadhan  

Figure
Organization